Upaya Advokasi Guru Bimbingan Konseling untuk Menyelamatkan Masa Depan Siswa

RadarOnline.id, JAKARTA – Dalam rangka membantu guru Bimbingan dan Konseling memperoleh pemahaman mengenai hak peserta didik sebagai anak. Assosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN) DKI Jakarta menyelenggarakan acara Talkshow dan KonferCab dengan Tema “Upaya Advokasi Guru Bimbingan Konseling untuk Menyelamatkan Masa Depan Siswa” yang diadakan di Gedung Bung Hatta, Kampus A Universitas Jakarta, Selasa (17/4).

Assosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) sebuah organisasi profesi yang beranggotakan guru bimbingan dan konseling atau Konselor dengan klasifikasi pendidikan akademik strata satu (S-1) dari Prodi Bimbingan dan Konseling dan Program Pendidikan Konselor (PPK).

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum ABKIN, Prof. Mungin Eddy Wibowo sebagai pembicara dan sekaligus melantik pengurus ABKIN DKI Jakarta periode 2017- 2021. Hadir juga Direktur LBH APIK Jakarta, Siti Mazuma dan Ketua Komisioner KPAI, Retno Listyarti sebagai narasumber dalam acara Tolkshow kali ini.

Ketua Panitia, Sudharno Dwi Yuwono MPd  mengatakan bahwa latar belakang diselenggrakan acara ini karena konselor memiliki tugas dan tantangan yang luar biasa dilapangan. Tugas memberikan layanan kepada siswa dengan optimal dan juga ada tantangan kompetensi dan kebijakan disekolah. Beberapa masalah siswa seperti narkotika, bullying, menjadi sulit ditangani karena ketiganya tidak mendukung.

Ketua PD ABKIN DKI Jakarta periode 2017 – 2021, Dr. Aip Badrujaman MPd yang berhasil kami wawancarai mengatakan bahwa selama empat tahun kepengurusan yang ingin dia benahi adalah penyelenggaraan BK di sekolah-sekolah diwilayah DKI Jakarta. 

“Jadi kita ingin penyelenggaraan BK disekolah itu mutunya baik, salah satu yang kita ingin perbaiki selama 4 tahun ini adalah penyelenggaraan bimbingan klasikal yang menggunakan jam tatap muka. Kita tahu disekolah itukan ada jam BK, 1jam perminggu/kelas. Kita tahu itu diisi oleh bimbingan klasikal yang selama ini masih belum optimal,” kata Aip Badrujaman.

Aip juga menjelaskan bahwa program ABKIN 4 tahun ini nantinya menjamin agar Guru BK diwilayah DKI Jakarta itu mampu menyelenggarakan bimbingan klasikal dan mampu memfasilitasi terbentuknya kompentensi perkembangan pada peserta didik sehingga mereka bisa berkembang secara optimal, sukses dalam kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

Aip mengatakan bahwa beberapa hal saling terkait memberikan kontribusi pada penyelenggaraan BK disekolah DKI Jakarta. Regulasi menurut dia juga perlu di tata karena dalam regulasi ini rasio guru BK dengan siswa itu seharusnya 1 berbanding 150 sampai 160. Tapi di Jakarta rasionya masih 1 banding 321 tentu ini berimplikasi guru BK mengalami beban kerja yang melebihi batasnya sehingga tidak optimal dalam menampilkan unjuk kerjanya.

Regulasi yang lain menurut Aip Badrujaman berkaitan tentang Jam BK itu sendiri. Permendikbud no.111 tahun 2014 mengamanatkan adanya jam tatap muka tetapi pada beberapa sekolah di DKI Jakarta tidak ada jam tatap mukanya. Sedangkan dari sisi SDM Aip menuturkan bahwa SDM di Jakarta cukup berpariasi karena Guru BK ternyata ada juga yang latar belakangnya bukan S1 BK. Ini juga menjadi perhatian, jadi perlu ada program-program yang kemudian di kembangkan. Hal yang lain menurut Aip dari sisi kepengawasan. Kita tahu guru BK ini disupervisi oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah.

“Seringkali masalah muncul pada saat kepala sekolah tidak mengerti apa itu BK dan pengawas sekolah juga tidak mengerti BK padahal mereka harus membimbing guru-guru BK. Itulah menjadi penting ABKIN DKI Jakarta kemudian melakukan advokasi dalam bentuk memberikan pengetahuan dan juga keterampilan kepada kepala sekolah dan pengawas sekolah,” tutur Aip Badrujaman.

EDISON MUNTHE

NO COMMENTS