Eksekusi Tanah dan Bangunan di Cimone Tanpa Perlawanan

0
9

Proses jalannya eksekusi tanah dan bangunan di Cimone, Tangerang, Rabu (21/3). (Dok. RadarOnline.id)

RadarOnline.id, TANGERANG – Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu 21 Maret 2018, melaksanakan Eksekusi pengosongan tanah seluas 736 meter yang diatasnya sudah dibangun 41 pintu kontrakan dikawasan Cimone Tangerang, tepatnya di belakang Mall Shinta berjalan lancar dan kondusif tanpa ada perlawanan dari pemillik maupun penghuni dan masa dari pemilik tanah dan bangunan yang sudah berjaga jaga di lokasi.

Ausri SH MH selaku Jurusita PN Tangerang sebelum membacakan Penetapan eksekusi terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada Hj. Epi senagai Pemilik tanah dan bangunan yang akan dieksekusi mengeluarkan unek uneknya.

Hj. Epi mengatakan suruh Pak Arifnya bicara disini dan saya akan mengumpulkan bukti-bukti untuk mangajukan gugatan ke Pengadilan,” katanya, Rabu (21/3).

Dari tempat kerumunan masa yang dijaga aparat Kepolisian untuk pengawalan eksekusi tanah dan bangunan.

Sewaktu Ausri, Jurusiti PN Tangerang membacakan penetapan eksekusi dikawal ketat oleh aparat Kepolisian dari Polsek Karawaci dan Polres Tangerang, beserta Satuan Polisi Pamong Praja dan juga Tim Srikandi Polres Tangerang yang ikut pengawalan eksekusi.

Surat perintah Penetapan eksekusi No. 35/PNT/PN/Tng/2016 ditanda tangani DR Hj. Nirwana SH MH sewaktu menjabat Ketua PN Tangerang di Tahun 2016.

Tanah SHM No. 337 yang dikeluarkan BPN 4 Mei 2005 dan SHM No. 399 yang dikeluarkan BPN 6 Juni 2006, dua bidang tanah satu hamparan saat ini sudah sah menjadi hak milik pembeli pemenang lelang yang dilakukan PKPN April 2016 yang dimenangkan oleh Arief Mulsandi Sugiharto.

Lurah Cimone Jaya, Nana Sumarna yang turut hadir memantau jalanya eksekusi takut kalau ada bentrok fisik seperti yang sudah biasa kita tonton di tv.

“Terima kasih kepada masyarakat yang ada di lokasi tempat eksekusi khususnya di gang Damai bisa berjalan lancar. Karena kalau namanya eksekusi bangunan, bentrok fisik sudah biasa terjadi. Ini eksekusinya berjalan aman dan damai seperti nama gangnya,” kata Lurah Nana.

Kapolsek Karawaci Kompol Abdul Salim SH, bersyukur eksekusi berjalan lancar, aman dan Kondusif dan terkendali walaupun pemilik tanah dan bangunan Hj Epi sedikit ada perlawanan, tetapi tidak eksekusi tetap bisa dilaksanakan dan pengosongan secara paksa.

Kuasa hukum Pemenang lelang, Adam Dalimunte SH mengatakan kepada media klainnya, Arief Mulsandi Soegiharto selama 2 Tahun tidak bisa memiliki tanah dan bangunan yang dibeli melalui lelang Negara. Seharusnya PKPN sebelum melelang harta orang harus di pastikan apa masih ditempati apa sudah kosong.

“Ini melelang harta orang obyeknya masih di kuasai pemiliknya. Kasian pembelinya. Pak Arief mau masuk ambil hak miliknya yang sudah di beli ternyata masih dikuasai orang lain. Dari tahun 2016 pak Arif tidak bisa menguasa tanah yang sudah di beli dari balai lelang Negara,” ungkap Adam.

Seharusnya PKPN sebelum melelang objek terlebih dahulu memgosongkan lokasi yang mau di lelang. Ini untuk pelajaran bagi masarakat yang membeli melalui Balai Lelang Negara PKPN harus di lihat lokasi apakah masih ditempati penghuninya, bila penting objek yang mau dilelang dipasang plang, biar pemilik tau, tandasnya.

LIM