Siapa Tiga Calon Kadishub Kota Depok

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Tiga Calon Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, yakni Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dadang Wihana, Camat Pancoran Mas, H Utang Wardaya dan Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Agung Sugih Arti. Ketiga nama tersebut sudah kami naikkan (ke Pak Wali,red). 

“Benar, jadi ketiga nama tersebut calon Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok, Pak Dadang Wihana, Ibu Agung Sugih Arti dan Pak Utang Wardaya, calon yang kuat. Bahkan ketiga nama itu sudah kami naikkan (ke Pak Wali,red),” ujar Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, H Supian Suri.

Dia menjelaskan, bahwa dari 3 nama itu tidak harus dilihat dari latar belakang atau pengalamannya dibidang transportasi. Namun, dilihat dari segi pendidikannya minimal S1 berbagai jurusan.

“Untuk itu, kami buka untuk semua jurusan, kemudian yang bersangkutan dalam posisi jabatan eselon III minimal dua tahun, dan yang ketiga mereka saat dilantik maksimal usianya 56 tahun tidak boleh melebihi itu. Makanya usia yang 56 tahun lebih ikut daftar secara admistrasi tidak memenuhi persyaratan,” jelas Supian.

Menurutnya, bahwa calon Kadishub tidak menapikan berlatar belakang pendidikan transportasi. Namun idealnya ia memahaminya. Jika dibuat spesifik semacam itu, akan sulit lagi untuk mencari calon Kadishub. Jadi tidak ada lagi tahapan setelah ketiga nama itu diserahkan ke walikota.

“Maka dari itu, semuanya hak Pak Wali akan memilih dan melantik satu dari tiga nama itu. Tidak mengerucut lagi akan tetapi nanti langsung dilantik,” tutur Supian.

Sebelumnya, Walikota Depok, Mohammad Idris menerangkan, bahwa dirinya akan melihat dari berbagai macam aspek untuk akhirnya menetapkan satu nama sebagai calon Kadishub.

“Artinya, dari tiga nama tersebut kami dalami lagi terutama fisik dan kesehatannya, karena memang ini terkait dengan kerja lapangan. Nanti kami akan musyawarahkan di Baperjakat juga. Memang benar itu hak prerogative walikota, namun saya tidak ingin otoriter tetap minta masukan dari mereka,” terangnya.

 Idris menambahkan, bahwa sebelum dilantik, akan memastikan dan melihat hasil rekomendasi dari panitia seleksi terlebih yang berkenaan dengan masalah kesehatan msaing-masing calon.

“Artinya, apakah si x yang nilainya cukup bagus akan tetapi kesehatannya ia harus konsultasi dan dalami misalnya ke bagian penyakit dalam, berarti kan ada sesuatu. Saya akan menanyakan itu apakah jantung atau yang lainnya, karena ini menyangkut Dinas Perhubungan. Jangan sampai pas tugas di jalanan ada mobil kasih klakson ia kaget dan jatuh,” ujar orang nomor satu di Kota Depok itu. 

MAULANA SAID

Share.

Comments are closed.