Profile Si Raja Begal Yang Tewas Ditembak Tim Anti Bandit

RadarOnline.id, MAKASSAR – Tim anti Badit Polres Gowa, terpaksa menghabisi Kiran Maulana alias Kiran (21), warga Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, lantaran telah berusaha merebut senjata api milik petugas saat pengembangan penangkapan di Galesong Utara Kabupaten Takalar, sekitar pukul 23.00 Wita, Senin (22/1).

Dalam keterangan tertulisnya via WhatsApp, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan sekitar 2014, Kiran telah bergabung dengan geng motor Mappa’koe (Raja Begal yang sering meresahakan Masyarakat).
Selaku pimpinan Genk Motor Mappakoe, Aksi Kiran didukung ke-2 adiknya Aan dan Bongkeng sehingga sindikat kakak beradik ini leluasa untuk merekrut dan mengintimadasi member geng agar melakukan aksinya dengan mengganggu ketertiban umum dan bahkan mulai melakukan kejahatan jalanan dengan membegal di wilayah Gowa dan Makassar.

Mereka bersaudara ini merupakan sindikat begal, jambret dan curanmor,” ujar mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Selasa, (23/1).

Berikut Profilenya

– Pada Oktober 2015, Kiran ditangkap dan ditembak kaki karena melakukan begal motor dengan menendang korban hingga jatuh lalu bawa kabur motor korban. Selain itu Kiran juga didakwa karena beberapa kasus jambret di wilayah Gowa.

– Pasca Kiran ditangkap, aktivitas geng motor Mappa’koe redup

– Kiran kembali merekrut adik-adiknya serta beberapa orang lainnya setelah lepas dari penjara padz akhir 2016 dan membentuk kelompok B-13 yang tujuannya untuk melakukan kejahatan jalanan dengan modus jambret, begal dan curi motor gunakan letter T.

– Dalam perkembangannya, kelompok B-13 sampai saat ini merekrut sekitar 30 orang member yang pada umumnya berasal dari siswa dengan durasi umur 15-25 tahun.

– Kiran dalam hasstag di Fb-nya menempatkan diri sbg Kancil B-13 yang dimaknai member sebagai pimpinan kelompok yang lincah dan sulit untuk ditangkap, dan berada pada posisi sebagai leader atau pimpinan kelompok. Berdasarkan pengakuan member yang sudah ditangkap bahkan diketahui bahwa Kiran bersama adik-adiknya juga mengintimadasi member muda lainnya untuk melakukan aksi kejahatan sesuai keinginan Kiran, jika tidak dilakukan maka trio kakak beradik itu akan menganiaya member tersebut.

– Base camp kelompok B-13 biasanya di sekitaran Lapangan Syech Yusuf kabupaten Gowa, kumpul berkelompok dan diskusi untuk melakukan kejahatan jalanan dimana Kiran sebagai pimpinan yang membagi member dan wilayah tugasnya masing-masing.

– Pasca berhasil melakukan rangkaian aksi kejahatan jalanan, Kiran dengan kelompoknya kumpul bersama di sekitar lapangan syech yusuf untuk berbagi hasil dan mengkonsumsi narkoba

– Kiran aktif konsumsi narkoba, jika tidak berhasil lakukan kejahatan jalanan, Kiran menyayat tangan kanan-kirinya utk menghisap endapan narkoba pd darahnya.

– Berdasarkan analisa komunikasi di Fb-nya, Kiran mengetahui bahwa adiknya Aan sdh ditangkap Polres Gowa dan aktif menebar ancaman terhadap (Bampol), istilah untuk informan polisi dan bahkan mengancam kepada polisi.

BACHTIAR BARISALLANG

NO COMMENTS