Pembangunan Baubau Semakin Gemilang Di Zaman As Thamrin

RadarOnline.id, SULTENG – Baubau merupakan nama kota di Sulawesi Tenggara. Kota ini menyimpan banyak kekayaan alam dan kini menjadi tujuan utama investor baik dalam luar negeri.

“Hal ini dikarenakan letak Baubau yang stategis. Pada saat ini Baubau memiliki pelabuhan yang digunakan sebagai tempat transit kapal-kapal besar dari kawasan barat Indonesia menuju kawasan timur Indonesia. Jadi, dengan letak geografis yang menguntungkan ini maka membuat pembangunan di Baubau semakin pesat dan gemilang,” ujar Pengamat Politik Perkotaan Nurhasanudin, kepada wartawan, Senin (22/1).

Nurhasanudin menjelaskan, bahwa tidak hanya itu, potensi sumber daya alam di Baubau pun cukup dahsyat karena di sana selain memiliki kawasan patai yang eksotis, peninggalan sejarah yang masyur, Baubau juga memiliki kandungan mineral yang menjual. Seperti kandungan nikel dan aspal yang sangat melimpah.

“Namun melimpahnya sumber daya alam dan manusia tidak akan bermanfaat jika pemerintahan daerah dipimpin oleh sosok yang tidak bisa memanfaatkan potensinya tersebut,” jelas Intelektual Pemuda NU itu.

Menurutnya, bahwa As Thamrin, Walikota Baubau ini adalah sosok yang melakukan percepatan pembangunan di sana. Dalam sisi kesehatan, menurut data Badan Pusat Statistik As Thamrin melakukan upaya  pembangunan dalam bidang kesehatan. Diantaranya adanya rumah sakit sebanyak 4 unit. 17 puskesmas, 2 rumah bersalin, 3 klinik kesehatan, 15 polindes, dan 149 posyandu.

“Selain itu juga, fasilitas kesehatan terbanyak sebagai rujukan penduduk untuk berobat jalan adalah puskesmas/pustu yaitu mencapai 67,24 persen pada tahun 2016. Fasilitas kesehatan berikutnya adalah layanan praktek dokter yang mencapai 21,15 persen,” tutur Nurhasanudin.

Dia juga menerangkan, bahwa dari sisi perumahan menurut data BPS Kondisi perumahan di Baubau terlihat semakin membaik selama periode 2016. Hal ini dapat dilihat pada meningkatnya jumlah rumah tangga yang memiliki perumahan dengan kondisi layak. Pada tahun 2016 hanya dua persen rumah tangga tinggal di rumah dengan atap yang tidak layak. Selain itu persentase rumah tangga yang menempati rumah dengan dinding permanen jumlahnya lebih banyak dari pada yang tidak yaitu sebesar 63,63 persen di tahun 2016.

“Artinya, dari sisi Indeks Pembangunan Manusia, yang merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk) dalam kurun lima tahun terakhir  mengalami peningkatan dari 71,65 pada tahun 2012 menjadi 73,99 pada tahun 2016,” terang Nurhasanudin.

Nurhasanudin juga mengingatkat, bahwa upaya pembangunan manusia adalah upaya yang tidak bisa seketika diharapkan hasilnya. Hal ini disebabkan investasi kesehatan dan pendidikan yang ditanam sekarang, baru bias diharapkan hasilnya beberapa tahun kemudian.

“Jadi, dilihat dari komponen IPM sepanjang tahun 2014-2016, tercatat bahwa pengeluaran perkapita disesuaikan Kota Baubau mengalami peningkatan dari 9.852 ribu rupiah pada tahun 2015 menjadi 10.110 ribu rupiah pada tahun 2016. Hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan manusia dari dimensi standar hidup layak mengalami peningkatanh yang baik,” imbuhnya. 

MAULANA SAID