Pedagang Kios Terminal Terpadu Terancam Ditutup

RadarOnline.id, JAKARTA – Sebanyak 106 pedangan yang berada didalam Terminal Terpadu Sentrak Timur Pulogebang, Cakung Jakarta Timur (Jaktim) terancam akan ditutup atau dikosongkan.

Selama 13 bulan kios yang ditempati para pedagang tidak dipungut uang sewa alias free, para pedagang berasal dari beberapa pasar di bawah binaan PD Pasar Jaya Provinsi DKI Jakarta.

Berakhirnya jangka waktu untuk menempati kios terhitung pada akhir bulan Januari yang akan datang, sesuai keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta bahwa tempat/kios segera di kosongkan. “Akhir bulan Januari, para pedangang yang memiliki kios didalam terminal pulogebang terpadu ini akan segera dikosongkan,” kata Assisten Bidang Usaha, Arifin kepada wartawan, Senin (22/1).

Mengenai pengosongan kios sudah dirapatkan sejak tanggal 12 Desember 2017 di kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta, hal ini sudah menjadi keputusan Gubernur, terang Arifin.

“Sebanyak 106 pedangan akan dikembalikan¬† ketempat semula berdangan, karena pedangan yang memiliki kios di terminal tetap dibawah pengawasan PD Pasar Jaya. Setelah kios ini ditutup, PD Pasar Jaya lewat kordinator masing-masing akan memberikan lahan untuk berdagang kembali,” jelas Arifin.

Arifin juga menyampaikan, bahwa awalnya kios ini dibentuk sebagai Bazar tanpa dipungut biaya, dan tidak ditentukan waktu pemakaiannya, terangnya.

Sementara Kordinator Pedangang, Imam Sani Wijono menjelaskan sebanyak 106 total pedagang didalam Terminal Terpadu Pulogebang berharap bisa menempati lahan. “Kami akan berupaya untuk dapat menempati kios ini kembali, dan berharap Bapak Gubernur Provinsi DKI Jakarta dapat mengabulkan permintaan kami,” ungkapnya.

Imam menjelaskan, jika para pedagang sanggup membayar uang retribusi sewa sebesar Rp 9.5 Milyar/tahun kios tersebut bisa ditempati kembali. Sementara pedangan mampu hanya sebesar Rp 3.5 miliar/tahun, ucapnya.

Semoga permohonan kami ini dapat dikabulkan, agar pedangan dapat membuka kiosnya kembali, pinta Imam kepada wartawan.

RANTO MANULLANG