LSM GMBI Hadiri Panggilan Sidang di PTUN Jaktim

RadarOnline.id, JAKARTA – Ketua LSM GMBI dibawah kepemimpinan Moh Anton yang didampingi dengan Panglima Wilter Robinson Nanusela datang memenuhi Panggilan Tata Usaha Negara (PTUN) JAKARTA Timur, Kamis (18/1) kemarin.

Kedatangan masa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilter DKI didukung oleh GMBI Distrik Timur dibawah pimpinan Tommy A Leleulija SH, MH. Adapun kedatangan masa GMBI yang berjumlah sekitar 200 orang adalah untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah yaitu Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham).

Bukan hanya itu, seluruh KSM-GMBI se-DKI Jakarta turut hadir beserta Jajarannya, memenuhi ruangan sidang di PTUN Jakarta Timur. Pengadilan Tata Usaha Negara(PTUN) Jakarta, kembali menggelar Sidang lanjutan terkait gugatan atas Surat Keputusan Mentri Hukum dan Hak Azasi Manusia tentang Pembubaran Hizbut Tahir Indonesia(HATI).

Agenda sidang adalah penyampaian bukti tambahan oleh pihak Penggugat.

Kuasa hukum tergugat yakni Kemenhukam, Hafzan Taher mengatakan, bahwa pihaknya akan menyampaikan sekaligus memberikan bukti-bukti ancaman kegiatan HTI dengan paham khilafah ya di Indonesia, katanya kepada wartawan.

“Ada 15 Keping video yang diputar di persidangan, video rekaman Muktamar HTI di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta 2013 yang lalu. Di dalam video itu berisi salah seorang Petinggi menyerukan empat pilar khilafah kepada massa HTI.”

Dalam orasinya, Ia menyerukan untuk meninggalkan hukum dan sistem jahiliah dengan menegakkan syariat Islam.

Kedua ia menyerukan, agar ada perubahan kekuasaan dari tangan para pemilik modal menjadi milik umat. Ketiga, ia meminta meninggalkan sekat-sekat nasionalisme.

Arah perubahan ketiga, hancurkan sekat-sekat nasionalisme yang telah memecah belah kita semua, Angkat satu orang khalifah, untuk menyatukan umat,” demikian isi video tersebut kata Hafzan Taher menjelaskan.

Keempat, ia menyerukan untuk meninggalkan hukum perundang-undangan buatan manusia dan voting. Video lainnya adalah, rekaman yang menunjukan sumpah sejumlah mahasiswa terkait Khilafah Islamiyah di Kampus Institut Bogor (IPB). Mahasiswa-mahasiswa tersebut bersumpah menegakan Syariat Islam di Indonesia. Hadir dalam sidang kali ini, antara lain Tim Kuasa Hukum Kemenhukam,selain Hafzan Taher. Iya Wayan Sudirta dan lainnya. Sementara dari pihak penggugat yakni juru bicara HTI, Ismail Yusanto, beserta kuasa Hukumnya, terang Hafzan Taher.

RANTO MANULLANG