BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 40 Kg Sabu

Dari kanan ke kiri: Direktur P2BC Wijayanta, Dirjen BC Heru Prambudi, Menkeu Sri Mulyani, Kepala BNN Jenderal Budi Waseso (Buwas) dan 4 tersangka. (Dok.RadarOnline.id)

RadarOnline.id, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai berhasil menggagalkan peredaran 40 kg sabu-sabu setelah menangkap 4 orang gembong narkoba internasional di perairan Aceh, Jumat (10/1).

Hal itu dikatakan Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Muliani yang didampingi Kepala BNN Jenderal Buwas, Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pmabudi di Gedung Kalimantan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (19/01).

Menurut Menteri, Bea dan Cukai berhasil membongkar upaya penyelundupan 40 kg itu dari Penang, Malaysia dengan kerjasama BNN, yang telah memberikan informasi-informasi intelijen sehingga berhasil melakukan pengejaran dengan menggunakan kapal patroli BC 15021 diabwah kendali Kanwil Bea dan Cukai Aceh, tapi gagal.

Kemudian tim gabungan mengikuti seorang tersangka HR yang diduga sebagai penerima sabu sedang naik sepeda motor dan ditangkap didepan rumahnya di Desa Bagok, Kec. Darul Aman, Kab. Aceh Timur, Jumat (10/1). Tersangka ditangkap sedang membawa 19 bungkus sabu yang berada didalam karung.

Dari tersangka HR inilah kemudian ditangkap AM. AM adalah yang menyerahkan sabu kepada HR. Dari AM ditangkaplah JAN di rumah nya Desa Bantayan, Kec. Nurussalam, Kab. Aceh Timur. JN berperan sebagai yang mengambil sabu dari laut bersama AM. 

Tim juga menangkap SN yang berperan memindahkan sabu dari speetboot yang diberikan kepada HR. SN meletakkan sabu keatas sepeda motor HR yang terparkir disekitar Sungai Kuala Bagok, saat terjadi transaksi antara HR dan AM.

Setelah didalami ternyata AM sebelumnya telah berhasil membawa 39 bungkus sabu (39 kg), di perairan Selat Malaka bersama JN dan AM menyuruh JN menyembunyikan 10 bungkus didalam kapal yang sedang diperbaiki. 

Petugas tidak berhenti sampai disitu, dari pengakuan AM dan SN ternyata sudah 29 kg yang diserahkan kepada HR, namun yang berhasil disita hanya 19 kg. 

Oleh karena itu, petugas kembali melakukan interogasi terhadap tersang HR. Kemudian HR mengakui bahwa 10 bungkus itu telah disembunyikan dan ditanam dihalaman rumah SN. Ternyata setalah digali ditemukan 11 bungkus yang dikubur dekat kandang ayam. Yang satu bungkus itu ternyata transaksi sebelumnya yang masih terkubur disitu.

BB yang disita terdiri dari 40 kg sabu, 5 buah HP, dan dua unit speetboot serta menahan 4 orang tersangka. Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Jo. Pasal 132 ayat (1), Jo Pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman maksimal pidana MATI.

Sri Muliani berpesan kepada masyarakat agar berperan aktif dalam pemberantasan narkoba.

THOMSON