Warga Mulai Keberatan Soal Bangunan di Jembatan Kironggo

RadarOnline.id, BONDOWOSO – Keberadaan bangunan untuk dijadikan tempat baru Pedagang Kaki lima (PKL), mulai dipermasalah oleh warga sekitar Jembatan Kironggo. Mereka menginginkan, bangunan yang hampir rampung dibongkar lagi.

Sumaji Budi Hertanto, salah satu warga RT 31 bersebelah langsung dengan lokasi mengatakan, ada banyak faktor sehingga mereka keberatan dengan bangunan baru itu. Seperti, masalah keamanan, nilai jual tanah, akses keluar masuk, usaha macet dan masalah lingkungan.

Hak kami terasa dirampas. Dulu, rumah kami dipinggir jalan, sekarang malah masuk gang. Nilai ekonomis rumah kami bagaimana, sementara kami membayar pajak dikelas satu,” kata Sumaji dikediamannya, Kelurahan Kota Kulon, Sabtu (13/1).

Menurut Sumaji, jika pemerintah daerah ingin membangun wisata kuliner, juga harus memikirkan usaha masyarakat non kuliner. Jangan sampai, ada yang dirugikan dengan program yang dibuat. Seperti, para warga yang memiliki usaha disekitar Jembatan Kironggo.

Sebagai bentuk keberatan, Sumaji bersama warga lainnya, telah melayangkan surat kepada Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tentang keberatan itu. Kata dia, surat telah dilayangkan jumat kemarin. Ia, ingin mendapatkan respon positif dari Bupati. Sehingga, jalan bisa difungsikan lagi seperti awal mula.

Tidak Ada Sosialisasi

Sumaji menerangkan, sebelum bangun dibuat oleh Pemerintah Daerah, belum pernah ada sosialisasi yang dilakukan tentang bangunan baru itu. Kata dia, warga sekitar hanya melihat, bahwa jembatan yang biasa dijadikan akses transportasi telah dirubah menjadi bangunan permanen untuk wisata kuliner.

Awal mula kami hanya melihat, ada pembangunan jembatan dan taman. Kami sempat bingung, bangunan beratap itu mau dijadikan apa. Kami hanya diam, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” ujarnya.

Dijelaskan Sumaji, warga sekitar jembatan belum pernah menandatangani surat persetujuan adanya bangunan baru. Kata dia, seharusnya pemerintah daerah terlebih dahulu mendatangi warga untuk memberitahukan rencana pembanguan. Sehingga, warga lebih awal menyampaikan keberatan dampak dari bangunan yang dibuat.
 
SHODIQ

NO COMMENTS