Disdik Tangsel Dituding Rugikan Rekanan

RadarOnline.id, BANTEN – Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dituding banyak merugikan pihak ke tiga atau rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan Tahun Anggaran 2017.

Andri, Ketua LSM PERANGKAP (Pemantau Independen Perencanaan Dan Hasil Pembangunan Dari Kebijakan Pemerintah) mengatakan, para rekanan yang tidak dibayar Disdik Tangsel dalam pengadaan Barang Jasa, sementara kontrak sudah semua diselesaikan sehingga para rekanan sangat merugi.

Hal tersebut pengadaan lemari, komputer, televisi dan filling cabinet serta yang lainnya, padahal barang sudah dikirim ke sekolah dan sekolah penerima juga sudah menggunakan barang tersebut.

Saat awak media online ini dan Andri Ketua LSM PERANGKAP menyambangi Kadisdik Tangsel, Taryono, Jumat (12/1), Taryono beralasan, pihaknya tidak membayarkan barang tersebut karena berkas-berkasnya tidak lengkap.

Kami sudah mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) ke BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), tapi karena berkasnya kurang lengkap tidak bisa dibayar. Tapi tetap nanti kami bayar pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2018,” ujar Taryono.

Namun Taryono belum mau terbuka berapa jumlah paket Pengadaan Barang Jasa yang diadakan Disdik Tangsel pada tahun 2017, dengan alasan tidak ingat.

Kalau berapa jumlah paketnya saya tidak ingat, tapi ada tujuh belas (17) paket yang belum dibayar karena berkas-berkasnya kurang lengkap, tapi tetap akan kita bayarkan tahun 2018 pada APBD Perubahan,” lanjut Taryono.

Yang belum terjawab secara jelas rinci dari Kadis Taryono adalah, ketika radaronline.id mempertanyakan terkait sumber dana Pengadaan Barang Jasa tersebut yang agak janggal, yaitu dari BOSDA-DAK (Bantuan Operasional Sekolah Daerah Dana Alokasi Khusus).

PESTA TAMPUBOLON

NO COMMENTS