BNNP Jatim Bersama DJBC Gagalkan Penyelundupan 7,3 Kilogram Narkotika

RadarOnline.id, SURABAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jatim I berhasil menggagalkan jaringan pengedar narkotika internasional dengan barang bukti psikotropika jenis Methamphetamine (sabu-sabu) seberat kurang Iebih 7.300 gram.

Jaringan pengedar narkotika internasional tersebut, sejak lama mengincar Indonesia sebagai pangsa pasar narkotika dan terus mencoba untuk memasukkan barang haram untuk diedarkan di wilayah Indonesia.

Namun, BNNP Jatim bersama DJBC berhasil menggagalkan jaringan tersebut, dan akan terus bekerja keras menggagalkan upaya penyelundupan Narkotika, serta memperketat Pengawasan terhadap pintu-pintu masuk yang rawan dimanfaatkan oleh jaringan sindikat internasional untuk menyelundupkan barang terlarang.

Berawal dari informasi yang didapat bahwa barang haram tersebut akan tiba di Surabaya, yang dibawa oleh Anak Buah Kapal (ABK) melalui jalur laut menggunakan kapal ferry yang transit di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) selanjutnya menuju Terminal Pelabuhan Penumpang Tanjung Perak Surabaya.

Kemudian, tim gabungan BNNP dan DJBC telah bersiaga di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan pemantauan dan penindakan terhadap penumpang yang turun dari sarana pengangkut guna menggagalkan upaya penyelundupan Narkotika.

Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dari hasil pengamatan dilapangan ditemukan 2 (dua) orang penumpang berinisial ZN dan RHM yang diduga sebagai kurir turun dari sarana pengangkut, dan berjalan menuju Pintu Keluar Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak, jumat 5 Januari 2018 malam.

Setelah keluar dari terminal penumpang 2 (dua) orang terduga kurir dijemput oleh seseorang berinisial HSN dengan menggunakan kendaraan roda empat mark Toyota Avanza warna putih dengan nomor polisi M 1386 AC,” terang Direktur Penindakan dan Penyidikan DBJC Bahaduri Wijayanta.

Sedangkan, Pada waktu dan lokasi yang sama, pengendali operasi dengan inisial HMO dan IB sedang menunggu dan mengawasi proses penjemputan tersebut didalam kendaraan roda empat merek Honda CR-V berwarna hitam dengan nomor polisi M 806 HA.

Kemudian, dilakukan penindakan terhadap para pelaku yang dicurigai sebagai kurir dan pengendali, para pelaku berupaya melarikan diri dengan menggunakan kendaraan tersebut, dan membawa satu tas berwarna hitam, yang berisi serbuk berwarna putih diduga kuat adalah psikotropika jenis methamphetamine (sabu-sabu) seberat kurang Iebih 7,3 kilogram.

Terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku sekira pukul 20:35 wib para pelaku yang menumpangi mobil Toyota Avanza berwarna putih M 1386 AC dapat dilumpuhkan di Jalan Kalimas Surabaya,” ujar Komjen Pol Drs Budi Waseso.

“Penangkapan jaringan internasional ini merupakan aksi nyata BNNP Jatim dan DJBC dalam upaya memberantas peredaran narkotika, guna melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan secara ilegal,” lanjut Komjen Pol Drs Budi Waseso.

Sedangkan di waktu yang bersamaan, tim dari BNNP Jawa Timur melakukan upaya pengejaran terhadap pengendali jaringan yang menumpang mobil Honda CR-V berwarna hitam Nopol M 806 HA yang berupaya kabur sampai ke Jalan Pacar Kembang V Surabaya.

“Setelah terdesak dan dilakukan penangkapan, terhadap para pelaku dengan inisial HMD dan IB berupaya melakukan parlawanan dengan cara menabrak petugas, dan petugas BNNP Jawa Timur melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga menyebabkan kedua palaku meninggal dunia, sedangkan petugas BNNP Jawa Tmur yang tertabrak mobil pelaku menjaIani perawatan di rumah sakit,” jelas Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso.

Upaya penggagalan penyelundupan ini, BNNP Jatim bersama DJBC telah menyelamatkan 29.200 (dua puluh sembilan ribu dua ratus) jiwa, dengan asumsi 1(satu ) gram psikotropika jenis methamphetamine (sabu-sabu) dapat digunakan oleh 4 (empat) orang,” papar Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Drs Budi Waseso, Kamis (11/1).

Acara Conference Pers selain dihadiri Kepala BNN Komjen Pol Drs Budi Waseso, turut hadir BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, Kepala Kanwil DJBC Jatim I, Direktur P2 DJBC, Dirnarkoba Polda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Danlantamal V, dan Kajati Jatim.

HOLIDY

NO COMMENTS