Polres Depok Periksa Saksi Kasus Lahan Jalan Nangka

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Berkaitan dengan kegiatan pembebasan lahan untuk Jl. Raya nangka, Kel. Sukamaju Baru, Tapos, yang menggunakan anggaran tahun 2014/2015, diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar dari total nilai Rp 10 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014/2015, terpaksa dihentikan karena proses tengah ditangani Polres Depok.

Kepala Satuan (Kasat) Reksrim Polres Depok, Komisaris Polisi Putu Kholis Aryana mengungkapkan, bahwa terkait kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk Jl. Raya Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos dengan kerugian mencapai Rp1,5 miliar tersebut, pihak Reskim sudah panggil lima saksi untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut.

“Jadi, kami sudah memanggil lebih dari lima saksi berkaitan dugaan mark up atau korupsi kasus pembebasan lahan Jl. Raya Nangka, Kel. Sukamaju Baru, Tapos beberapa waktu lalu,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (10/1), kantornya.

Dia menjelaskan, bahwa semua saksi sudah dimintai keterangan termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (DPUPR) Kota Depok beberapa waktu lalu, “namun sampai sat ini memang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena masih dalam proses penyidikan dan meminta sejumlah keterangan saksi lainnya,” jelas Putu.

Putu juga mengakui, bahwa untuk mengungkapkan kasus mark up atau korupsi ini, memang memiliki berbagai kendala, karena sudah berlangsung lebih dari 4 tahun. Dengan total kerugian pemerintah daerah dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar dari total nilai Rp 10 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014/2015.

“Namun secepatnya akan dilakukan gelar perkara berkaitan masalah tersebut. Bahkan akan memanggil saksi lain untuk dimintai keterangannya,” pungkasnya.

Maulana Said

NO COMMENTS