KPK Cegah Fredrich Yunadi ke Luar Negeri

RadarOnline.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham untuk mencegah Fredrich Yunadi. Pencegahan terhadap Fredrich Yunadi terhitung sejak 8 Desember 2017 lalu, terkait statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan merintangi proses penyidikan e-KTP yang menjerat mantan kuasa hukum terdakwa, Setya Novanto.

Ya. Kalau proses lanjutan dari penyelidikan sudah dilakukan. Informasinya sudah penyidikan. Sore ini akan diumumkan,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (10/1).

Namun, Fredrich Yunadi mengaku belum mengetahui perihal kabar terbaru soal penetapan status dirinya sebagai tersangka. Pasalnya, KPK belum memberikan surat penetapan tersangka kepadanya.

“Belum ada,” jelas Fredrich Yunadi.

Sebelumnya, KPK telah meminta Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk mencegah sopir sekaligus mantan wartawan, Hilman Mattauch. Selain Hilman, Reza Pahlevi dan Achmad Rudyansyah. Kini, giliran mantan Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Pencegahan terhadap mereka atas dasar hukum yang tertera dalam Pasal 12 ayat (1) huruf b Undang-Undang KPK.

“Pencegahan ke luar negeri dalam proses penyelidikan dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dengan tersangka SN (Setya Novanto). Pencegahan ini berlaku untuk selama enam bulan terhitung sejak 8 Desember 2018 karena dibutuhkan keterangannya dan saat dipanggil sedang berada di Indonesia ” tegas Febri Diansyah, Selasa (9/1).

MARKUS