Jeanne: LGBT Tindakan Menyimpang Tak Dibenarkan

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Sungguh miris dan sangat memprihatinkan, Kota Depok yang religius, namun komunitas Lesbian, Gay Biseksual, dan Transgender (LGBT), tumbuh menjadi subur. Tentunya hal ini tidak sejalan dengan visi yang dicanangkan dalam RPJMD 2016-2021 yaitu menjadikan Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius. Sebab, muncul keberadaan akun Grup Facebook yang diduga berisi kelompok laki-laki dan wanita pencinta sejenis alias Gay dan lesbi di Depok. Dalam akun tersebut disebutkan juga menyediakan jasa prostitusi gay dan lesbi.

Artinya, Ketika keberadaan Kelompok Lesbian, Gay Biseksual, dan Transgender (LGBT), di Depok tentunya membuat kota Depok yang terkenal dengan kereligiusannya jadi tercemar,” tegas Pemerhati Masalah Kota Layak Anak, Jeanne Noveline Tedja, Rabu (10/1), di Depok.

Dia menjelaskan, bahwa penyandang LGBT tentunya sangat bertentangan dengan nilai-nilai religius, karena fitrah manusia adalah berpasangan (laki-laki dan perempuan). Selain itu dengan tumbuh suburnya komunitas gay membuat jumlah angka penderita penyakit HIV/Aids juga meningkat di Kota Depok.

Artinya, ini membuktikan bahwa tidak adanya pengawasan lingkungan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” jelas Jeanne.

Jeanne berharap Pemkot Depok perlu memahami apa yang terjadi, harus melakukan koordinasi yang efektif dengan Lurah dan Camat maupun dinas terkait lainnya dan melakukan tindakan tegas untuk membubarkan komunitas LGBT.

“Selain itu juga, Wali Kota Depok harus tegas dan harus blusukan melihat langsung apa yg terjadi, jangan hanya percaya laporan dari Lurah, Camat ataupun Kepala Dinas yang mengatakan semua aman-aman saja. Nyata sekali Pemerintah ‘tidak hadir’ dalam kehidupan masyarakat kota Depok karena tidak adanya kontrol sosial,” imbuh mantan anggota DPRD Kota Depok itu.

Sementara ditempat terpisah, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna juga geram dengan maraknya LGBT tersebut. “Depok ini kota urban bagi semua penduduk, tetapi bukan berarti membolehkan semua bentuk aktifitas masuk didalamnya apalagi untuk hal-hal yang menyimpang,” tandasnya.

Menurutnya, bahwa jika tidak diambil langkah secepatnya, ini sama saja membuang kotoran di muka kita, baiknya untuk langkah awal blokir akun tersebut. Sebab, bila terindikasi ada tempat-tempat yang dijadikan prostitusi, tidak saja untuk kaum gay seperti yang ramai diberitakan saat ini.

“Jadi, bukan hanya untuk kaum Gay saja, tapi untuk semua tindakan a-susila, kami akan awasi dan tertibkan,” tutur Pradi.

Pradi menghimbau kepada seluruh yang terlibat LGBT tersebut agar
untuk kembali dengan mengambil upaya pengobatan, terutama psikis dan yang terpenting adalah pendekatan agama.

“Sebab bentuk alasan apapun, LGBT di Depok tidak bisa didiskusikan lagi. Alasan apapun, LGBT adalah tindakan menyimpang dan tidak bisa dibenarkan,” imbuh orang nomor dua di Kota Depok itu.

MAULANA SAID

NO COMMENTS