IFC Kucurkan Total Pinjaman ke PT RBF Tbk

RadarOnline.id, JAKARTA – PT Radana Bhaskara Finance Tbk yang bergerak dalam usaha pembiayaan kredit sepeda motor dan penyediaan dana usaha multiguna kini terus menunjukan hasil yang baik. Pada 21 Desember 2017 lalu International Financial Corporation, IFC memberikan modal usaha sebesar USD 10 Juta untuk menggenapi USD 40 juta yang disepakati awalnya kepada PT Radana Bhaskara Finance Tbk.

Informasi dan Faktamaterial pada tanggal (21/12/2017) menjelasakan bahwa Perseroan telah menandatangani addendum perjanjian pinjaman sebesar USD 10 juta (Sepuluh Juta Dolar Amerika Serikat) dengan International Finance Corporation (IFC).

Evy Indahwati yang merupakan Presiden Direktur PT Radana Bhaskara Finance Tbk pada 21 Desember 2017 lalu meraih Penghargaan BEST CEO 2017 yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan Dunamis di Hotel Shangri La Jakarta.

Evy Indahwati, Presiden Direktur PT Radana Bhaskara Finance Tbk mengatakan bahwa ini merupakan tambahan dari 30.000.000 USD yang sudah diberikan pada bulan Agustus.

“Pertama turun USD 30 juta dan ini yang USD 10 Juta,” ujar Evy Indahwati

Evy Indahwati mengatakan bahwa bunga yang didapat dari IFC cukup rendah dibandingkan dengan bunga dari bank lokal yang ada di dalam negeri dengan sistem bunga anuitas.

“Lumayan lebih rendah dari lokal, pokoknya dibawah dua digitlah, 9,2%” kata Evy.

Evy menjelaskan bahwa pinjaman ini nantinya akan digunakan untuk memperbesar kredit multiguna dan ini juga merupakan pinjaman bilateral jadi harus disalurkan.

“Jadi kita membiayai usaha-usaha multiguna, pembiyayaan yang sifatnya produktif, Small Medium Enterprises (SME), juga untuk pengusaha-pengusaha wanita juga, jadi IFC konsen juga untuk SME. Ini berarti kan kita juga mendukung program pemerintah untuk memperbesar kredit UKM karena kan kita mengetahui samakin banyak UKM nya semakin besar peluang untuk menggerakan perekonomian Indonesia,” kata Evy.

Henri Gunawan, Deputi Direktur Finance PT Radana Bhaskara Finance Tbk mengatakan bahwa IFC itu agak berbeda dengan komersial bank, kerana mereka itu anak perusahaan dari Bank Dunia jadi tidak terlalu “profit oriented” atau mencari keuntungan saja. Cuma mereka mempunyai program-program pengembangan dan pemberdayaan usaha-usaha kecil.

“Jadi IFC itu justru kalau negaranya sudah maju mereka keluar dari negara itu. Nah Indonesia dianggap masih under development country dan IFC masuk disana untuk pengembangan bisnis-bisnis kecil. Jadi dana yang kita dapatkan dari IFC itu memang diprioritaskan digunakan untuk pengembangan usaha kecil, dan kita juga harus betul-betul melaporkannya setiap bulan.” Kata Henri Gunawan.

Terkait kondisi perekonomian Indonesia saat ini Evy Indahwati menjelasakan bahwa Indonesia masih cukup potensial dibanding negara-negara lain.

“Kita harus optimis lah, apalagi dunia uti melihat Indonesia itu sangat potensial market dan sampai saat ini dibandingkan dengan negara-negara lain Indonesia masih ok, masih stabil. Mereka melihat masyarakat Indonesia sangat potensial dan IHSG nya aja itu sudah mendekati 7 ribu, itu berarti masih ok,” jelas Evy Indahwati.

EDISON MUNTHE