Pemkab Tangerang Diminta Tidak Sembarang Cairkan Pembayaran Proyek

Proyek Jalan Lingkar Pasar Cisoka. (RadarOnline.id)

RadarOnline.id, BANTEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, dengan Bupati Ahmed Zaki Iskandar, diminta agar tidak gampangan atau sembarangan mencairkan pembayaran proyek-proyek yang dibiayai APBD 2017.

Permintaan sekaligus kritikan kepada Bupati Zaki Iskandar itu diucapkan aktivis Lembaga Bara JP (Barisan Relawan Jalan Perubahan), Jhonsen, berdasarkan banyaknya proyek-proyek dari APBD yang mutunya diduga tidak sebanding dengan nilai proyeknya.

Misalnya tidak sedikit biaya yang dialokasikan Pemkab Tangerang untuk membangun ruas jalan tertentu. Sudah jelas jalan yang mau dicor itu pemadatannya tidak maksimal dan masih labil, tapi tetap dicor, dan anehnya petugas lapangan yang mengawasi dari Dinas Bina Marga, membiarkannya terjadi,” kata Jhonsen, mencontohkan, belum lama ini.

Contoh konkritnya, kata Jhonsen, proyek ‘Peningkatan Jalan KP. Nyompok – KP. Solear’ yang dikerjakan CV Diah Kembar Jaya, dengan nilai kontrak Rp 1,8 miliaran.

“Saya tidak habis pikir kalau Pemkab Tangerang membayar proyek jalan tersebut tanpa pemeriksaan mutu yang ketat. Sudah pemadatannya asal-asalan, tapi tetap dicor, termasuk pembesiannya juga jaraknya jauh, belum lagi batuan agregat badan jalan tipis,” lanjutnya.

Pembangunan jalan lainnya yang patut dipertimbangkan pencairannya yaitu ‘Lanjutan Peningkatan Jalan Lingkar Pasar Cisoka’ dengan kontraktor pelaksana CV Mutiara Hitam, bernilai Rp 882 jutaan.

Pasalnya, jenis batuan makadam yang digunakan untuk bangunan jalan itu sangat mudah pecah. Dan saat pengecoran dilaksanakan, badan jalan juga dibiarkan kotor dari daun-daunan yang berjatuhan tanpa pembersihan dan langsung dicor.

Menurut Jhonsen, sebaiknya Bupati Tangerang, Zaki, menegur keras Dinas Bina Marga agar tidak sembarang membayarkan proyek-proyek yang terkesan kurang bermutu tersebut. Selain berpotensi merugikan negara, ujar Jhonsen, kesannya menghambur-hamburkan anggaran juga.

Belum diperoleh hasil konfirmasi dari Dinas Bina Marga, karena bukan rahasia umum lagi bahwa Dinas ini, selalu dijaga ketat Satpol PP, pengahalang keras untuk konfirmasi. Ketatnya penjagaan Satpol PP penghalang ke Dinas Bina Marga untuk konfirmasi, justru menimbulkan pertanyaan apa yang ditutup-tutupi Dinas ini. Ibarat kata, KALAU BERSIH KENAPA RISIH?

PESTA TAMPUBOLON

NO COMMENTS