Dandim 1408/BS Hadiri Upacara Peringatan Hari Korban 40 Ribu Jiwa

RadarOnline.id, MAKASSAR – Komandan Distrik Militer 1408/BS Kolonel Kav Otto Sollu menghadiri hari korban 40.000 jiwa Tahun 2017, yang di laksanakan di Monumen Korban 40 jiwa, Senin (11/12).

Upacara tersebut dilaksanakan untuk mengenang peristiwa bersejarah korban 40.000 jiwa, peristiwa ini merupakan sejarah dan tragedi Sulawesi Selatan tepatnya pada 11 Desember 1946, 47 tahun lalu di Daerah Kalukuang Kecamatan Tallo Kota Makassar.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Walikota Moh Ramdhan Danny Pomanto, para Camat dan Lurah se kota Makassar, para pimpinan SKPD, Legiun Veteran serta para undangan lainnya.

Peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk kembali membangkitkan nilai-nilai nasionalisme khususnya bagi generasi muda,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo saat memimpin kegiatan tersebut.

Diketahui Hari Korban 40.000 Jiwa diperingati setiap 11 Desember untuk mengenang pembantaian rakyat Sulawesi Selatan oleh serdadu  Belanda dibawah pimpinan Kapten KNIL Reymond Paul Pierre Westerling.

Aksi brutal Belanda itu dimulai pada 11 Desember 1946 setelah Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Van Mook, memaklumkan keadaan darurat perang di sebagian besar daerah Sulawesi Selatan, meliputi kota praja Makassar, Afdeling Makassar, Bonthain (Bantaeng), Pare-Pare, dan Mandar.

Atas perintah Jenderal S. Poor, Panglima KNIL di Jakarta, maka Komandan KNIL di Sulawesi Selatan, Kolonel H.J. de Vries mengeluarkan surat perintah harian pada 11 Desember 1946 kepada seluruh jajaran tentara Belanda di bawah komandonya agar serentak menjalankan operasi pengamanan.

Operasi dilakukan berdasarkan keadaan darurat perang dengan melakukan tindakan tegas, cepat dan keras, tanpa kenal ampun dengan melaksanakan tembak di tempat tanpa proses.

Operasi pembersihan dan pembunuhan yang dipimpin Westerling berlangsung selama kurang lebih lima bulan, sampai ditariknya kembali pasukan Westerling dari Sulawesi Selatan pada 22 Mei 1947.

Diperkirakan sekitar 40.000 rakyat Sulawesi Selatan terbunuh, sehingga peristiwa itu disebut Peristiwa Korban 40.00 Jiwa di Sulawesi Selatan.

BACHTIAR BARISALLANG