Universitas Trilogi Hadirkan Dony Pendiri Moena Fresh

Ir.I Made Dony Waspada Owner Moena Fresh, Utari Permadi Koordinator Dosen Mata Kuliah Tehnik Negosiasi Bisnis bersama para mahasiswi Universitas Trilogi Jakarta.

RadarOnline.id, JAKARTA – Universitas Trilogi Jakarta mengadakan dialog interaktif untuk mata kuliah DoNot Negotiate, Make Adeal yang mengundang pembicara Ir. I Made Dony Waspada yang merupakan pemilik dan pendiri Moena Fresh, Kamis (7/12).

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Sahnaz Ubud berharap agar nantinya mahasiswa bisa memakai ilmu yang sudah didapat dari mata kuliah tehnik negosiasi bisnis pada saat masuk ke dunia usaha.

“Pada saat nanti kalian lulus, bekerja baik menjadiTeknoplenier atau pekerja kantoran maka kalian akanmemilki bekal pada saat kuliah yang dikoordinir olehb Utari kalian sudah mendapatkan teoriny. Kemudaian dikuliah tamu hari ini kalian akan dapatpengalaman bagaimana bernegosiasi bisnis agarberhasil dan kiat kiatnya bersama pak Dony,” ujar Sahnaz.

Utari Permadi selaku koordinator dosen mata kuliah tehnik nogosiasi dan bisnis sengaja mengemas pelajaran agar mahasiswa bisa membayangkan gambaran bagaiman kunci sukses dari seorang wirausahawan Ir. I Made Dony Waspada yang bisa bangkit dari masalah kuliahnya yang hampir DO dan bisa lulus sarjana dan kini jadi pengusaha sukses di kota Bali.

Ir. I Made Dony Waspada yang lahir di Bandung, 11 April 1960 dan merupakan alumni prodi Agrobisinis IPB tahun 1985 yang memiliki hoby balap motor dan bercocok tanam ini menceritakan kepada para mahasiswa bahwa dia bukan mahasiswa yang pandai secara akademik tapi mahasiswa yang cerdik dan memiliki kreatifitas yang sangat baik.

Dony menceritakan bahwa ia pernah tidak lulus dua semester dan hampir di drop out (DO) dan hobby nya bercocok tanam telah menyelematkan dia dari nilai F. Dony dengan ke 6 temannya yang bernasib serupa dengan dirinya dan memiliki minat yang hampir sama memutuskan untuk menanam buah melon di lahan kampus.

Suatu langkah yang tepat untuk langsung melakukan tindakan dan usaha meraka tidak sia-sia. Mereka bertuju bisa lulus sarjana dangan ujian cara menanam melon dan membuat perkebunan melon yang mereka rintis sejak tahun 1983.

Dony sangat menjaga persahabatan dengan satu timnya. Walaupun sekarang mereka tidak bertujuh lagi tapi pembagian hasil yang adil sesuai porsinya membuat pertemanan mereka tetap harmonis hingga kini.

Dony mengatakan bila ingin sukses dalam berusaha maka harus jujur dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dan karyawan. Ia juga berpesan bagi yang akan merintis menjadi wirausahawan agar keuntungan pertama yang ia dapat bisa mereka berikan pada karyawan terlebih dahulu barulah pemilik usaha.

“Gaya hidup kita, mereka akan setia sama kita kalau melihat gaya hidup kita. Itu yang paling penting,” kata Dony.

Dony menjelaskan kenapa demikian karena seorang pengusahan kalau sudah dapat kridit dia lupa, dia beli sesuatu yang belum saatnya. Maka tidak akan lama anak buah akan pergi meninggalkan kita.

Ia mengatakan demikian karena pengalamannya ketika diajak berkunjung ke pabrik temannya. Ketika disana dia tidak sengaja mendengar celotehan para karyawan pabrik tersebut tentang temannya yang tidak mengenakkan hatinya.

“Sialan tuh bos kita beli sepeda aja nggak bisa dia mau motoran gede, guwa sumpahin jatuh yuh pada,”celoteh para karyawan pabrik.

Karena munurut Dony biasanya karyawan akan mendoakan dan melakukan yang terbaik yang mereka miliki untuk perusahan. Dan itu yang ia lakukan pada perusahan miliknya Moena Fresh. Dia menunda untuk membeli motor balap impiannya yang harganya cukup mahal dan memakai uang tersebut untuk membelikan 20 karyawannya motor bekas.

“Kita boleh punya untung besar tetapi keuntungan pertama harus dibagikan ke karyawan dulu anda belakangan. Bisa nggak anda seperti itu?” tanya Dony kepada mahasiswa.

Cara seperti inilah yang dia lakukan dan hasilnya ada karyawan yang sampai 20 tahun setia ikut membantu usahanya.

“Jadi pengusaha itu tidak boleh licik, tapi harus cerdik,” kata Dony.

Dony menceritakan ketika dirinya sedang bernegosiasi dengan perusahaan besar untuk memasok buah-buah segar dengan syarat memiliki lahan 100 hektar, dan dia berhasil dengan mengumpulkan semua para petani dan membuat kesepakatan kerjasama dengan mereka. Akhirnya kesepakatan pun tercapai.

Antusias para mahasiswa dari berbagai program studi terlihat dari penuhnya auditrium Trilogi untuk mendengarkan mata kuliah Negosiasi yang dikemas sedemikian rupa, dengan berbagai pertanyaan dari para mahasiswa yang ditujukan kepada I Made Dony selaku pembicara. Dan Dony juga memberikan bingkisan buah segar kepada para mahasiswa yang memberikan pertanyaan.

Akhir acara Dony juga membagikan Tips bagaimana cara memilih buah yang baik agar tidak salah dalam membeli.

EDISON MUNTHE

NO COMMENTS