Kejari Depok Terima Berkas Kasus First Travel

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Kejaksaan Negeri Kota Depok menerima limpahan berkas kasus dugaan penipuan umroh First Travel dari Mabes Polri. Sekitar pukul 11:10 ketiga tersangka dugaan penipuan calon jamaah first travel datang menggunakan mobil kijang warna Hitam B 910 JAY. Terlihat Bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang mengenakan pakaian warna orange dimana kedua tangannya diborgol dan dikawal anggota Bareskrim Mabes Polri langsung menuju ruang tahap dua Kajari Depok.

Kasubdit V Bareskrim Mabes Polri Komidaris Besar Polisi Dwi irianto mengungkapkan, bahwa pihaknya melimpahkan berkas kasus dugaan penipuan calon jemaah umroh melalui First Travel kepada Kejaksaan Negeri Depok. Selain itu juga ketiga tersangka juga serta alat bukti aset travel tersebut yang sebelumnya disita polisi akan ikut diserahkan juga.

Jadi ketiga tersangka yakni, Andika dan Anisa adalah suami istri sedang Kiki adalah adik kandung Anisa. Keluarga ini menjadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang 64.685 calon jamaah umrah. Tindakan mereka menyebabkan kerugian Rp924.995.500.000. Bahkan, ketiganya dijerat dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP junto pasal 55 KUHP, pasal 3 dan pasal 5 UU No, 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU,” ungkapnya kepada sejumlah pewarta, Kamis (7/12), di Kantor Kejari Depok, Jawa Barat.

Sementara itu, Rudianto, selaku Kuasa Hukum tersangka Andika Surachman dan Annisa Hasibuan menerangkan, bahwa tersangka dugaan penipuan calon jemaah umroh melalui First Travel berkeinginan tetap memberangkatkan puluhan ribu orang jamaah melalui pihak ketiga yang siap membantu.

Kami tetap berupaya memberangkatkan puluhan ribu calon jemaah umroh dari seluruh Indonesia dari dana yang disita mencapai Rp40 miliar rupiah oleh jajaran Bareskrim Polri dibanding harus menunggu proses hukum yang memakan waktu dua hingga tiga tahun menunggu inkrah,” terang Rudianto.

Dia menjelaskan, bahwa investor dan tendor atau pihak ketiga yang siap membantu memberangkatkan sekitar 50 ribu calon jemaah dari seluruh Indonesia dengan dana mereka asalkan dana yang di sita dapat dicairkan. “Sebab, kliennya telah siap diperiksa tahap dua di Kejaksaan Depok setelah mendapatkan pemeriksaan kesehatan” ujarnya Rudianto.

Sama halnya, Ajis Tolahu, kuasa hukum tersangka Kiki Hasibuan, mengaku kliennya memang telah siap dilimpahkan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Depok setelah tahap I di Bareskrim Polri selama ini.
“Kami berharap proses pemeriksaan berkas tahap dua cepat selesai sehingga persidangan cepat dilakukan, ” ucapnya.

MAULANA SAID

NO COMMENTS