Jelang Munas, HA IPB Minta lebih Demokratis

Keterangan foto: Ilustrasi HA IPB

RadarOnline.id, JAKARTA –  Sebelas hari jelang Munas (Musyawarah Nasional) Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) 2017, sejumlah alumni IPB mulai menyiapkan diri untuk mengikuti perhelatan akbar empat tahunan tersebut. Bagi sebagian alumni, Munas ini adalah ajang untuk reuni bersama teman-teman lamanya, bagi sebagian lain Munas ini merupakan ruang demokrasi yang harus disemarakkan.

Sumantri, Alumni IPB dari Jawa Timur menyatakan siap mengikuti Munas tersebut. “Saya Jumat sore (tanggal 15, Red) berangkat ke Bogor! Kangenteman-teman saya Mas!” ujar petani Malang yang beberapa tahun belakangan ini sibuk dengan ladang tebunya di daerah yang terkenal sebagai penghasil apel tersebut.

Senada dengan Sumantri, Herdianto, alumni IPB yang berdomisili di Kalimantan Selatan, ketika dihubungi redaksi Lintas7.com menyatakan juga akan menghadiri acara munas tersebut. Herdianto menambahkan, “saya sudah beli tiket untuk hari sabtu, saya berangkat bersama tujuh orang lainnya dari Banjarmasin” ujar alumni IPB yang juga pemilik kebun sawit ini.

Bambang Purnomo, alumni lainnya yang berada di Bogor, menyikapi munas ini dari sisi lainnya. Bambang lebih menyoroti mekanisme pelaksanaan Munas dan Pemilihan Ketua. Menurutnya, Munas adalah ajang konsolidasi alumni untuk mesinergikan seluruh potensi alumni, serta merumuskan peran aktif alumni dalam menyikapi persoalan masyarakat di tingkat nasioonal, seperti memberikan masukan atas kebijakan pemerintah. Kemudian lanjut Bambang, Munas harusnya menjadi pesta demokrasi seluruh alumni, tak hanya domain DPD, DPC, dan DPK.  Prasayarat pengajuan calon ketum dan sekjen hanya bisa dilakukan oleh DPD dan DPK selain menciderai demokrasi di satu sisi, di sisi lain juga memberangus hak suara alumni dan mengkerdilkan suara alumni yang selama ini belum terakomodir di dalam DPP, DPD, DPC maupun DPK.

Bambang menambahkan bahwasanya pengajuan calon ketua umum dan sekjen oleh minimal 5 DPD dan 2 DPK secara langsung maupun tidak langsung membatasi hak memilih maupun hak dipilih dari alumni. Bambang menduga cara-cara ini hanya untuk memuluskan calon tertentu dan memberatkan para calon lain untuk maju dalam pemilihan ketua alumni dan sekjen.

Karena merasa banyaknya persoalan-persoalan dalam penyelenggaraan Munas, Bambang yang juga sekaligus Koordinator Himpuan Alumni Muda IPB (HAM IPB), dalam rilis yang diterima redaksi (5 Desember 2017) menyatakan:

Menuntut agar sistem pemilihan ketum dan sekjen HA-IPB dikembalikan lagi ke ruh demokrasi, yaitu ke alumni dengan sistem one man one vote, tidak lagi memakai sistem perwakilan dengan DPD, DPC maupun DPK. Aturan ini bisa diterapkan saat pembahasan AD/ART dan tata tertib pemilihan saat Munas.Mengingat bahwa eksistensi dan keberadaan Alumni IPB tersebar dari Sabang – Merauke, di dalam & luar negeri, maka kami menganggap sangat penting pengakuan eksistensi dari segenap alumni IPB dimana pun berada untuk kemajuan organisasi dengan penerapan Sistem E-Voting dalam pemilihan Ketua Umum dan Sekjen HA IPB.Mengajak kepada segenap Alumni IPB yang peduli terhadap organisasi untuk hadir pada Munas V – Himpunan Alumni IPB, tgl 16 – 17 Desember 2017 di IICC Bogor.

Menurut Bambang yang ditemui di sela-sela diskusi di salah satu cafe di Bogor, “HA IPB harus berkaca kepada himpunan alumni lain yang telah menerpkan E voting dalam pemiilihan ketum dan sekjen yang berarti alumni ditempatkan sebagai pemegang mandat tertinggi, kita malah setback ke belakang dengan demokrasi perwakilan. Ini buruk bagi iklim demokrasi di HA-IPB.”

Bambang menambahkan, “Himpunan Alumni Muda telah melakukan konsolidasi dengan simpul-simpul alumni muda di Indonesia dan siap mensukseskan Perhelatan Munas HA IPB nantinya, terutama ribuan alumni muda IPB Jabodetabek siap datang di Munas HA IPB.”

“Jika tidak mengakomodir suara alumni, bikin aja munas DPD dan DPC sebagai pesertanya, gak usahundang alumni dan gak usah Munas mengatasnamakan Himpunan Alumni IPB.”

“Masa Alumni sudah datang di acara Munas tidak dianggap?” tutup Bambang dengan nada ketus.

RESTU

NO COMMENTS