Akibat Proyek Puskesmas Warga GDC PTUN Pemkot

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Warga Sektor Melati, Perum Grand Depok City, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong Depok, merasa dipermainkan bahkan pihak Pemkot setempat sudah berkali-kali melanggar kesepakatan dengan warga terkait pembangunan Puskesmas di wilayahnya.

“Jadi, kami akan mengambil jalur hukum terkait pembangunan Puskesmas di wilayah tersebut. Sebab, pihak Pemkot dalam pembangunan Puskesmas di Kecamatan Cilodong sudah berkali-kali melanggar kesepakatan dengan warga,” ujar Ketua RT 04,RW 05, Sari, Minggu (3/12), di lokasi.

Menurutnya, bahwa sebelumnya antara Camat Cilodong, Mulyadi dengan dengan Ketua RW disaksikan warga sepakat untuk membangun taman. Namun nyatanya kini di area tersebut sudah berdiri gudang medis dan akan dibangun pembuangan limbah medis.

“Jadi, semua warga sudah hilang kesabarannya. Maka dari itu kita sepakat akan menggunakan jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut.

“Selain itu, juga sebagai bentuk protes kepada Pemkot yang selalu mengingkari kesepakatan, maka warga GDC membentangkan spanduk untuk menghentikan sementara pembangunan gudang dan pembuangan limbah puskesmas,” tandas Sari.

Ditempat yang sama, mewakili warga GDC RW 05, Lukman membenarkan, bahwa terkait masalah proyek tersebut warga setempat segera mengambil langkah hukum terhadap Pemkot setempat.

“Artinya, pihaknya segera menghimpun bukti, bahkan kami saat ini sedang mempersiapkan data-data yg diperlukan untuk mengajukan gugatan kepada Pemkot Depok ke pengadilan,” ujar Lukman.

Lukman mengakui, bahwa warga pada dasarnya bukannya tidak setuju dengan pembangunan Puskesmas di wilayah GDC, namun secara prosedur Pemkot tidak pernah transparan mengenai rencana pembangunan Puskemas.

“Jadi dengan begitu, alasan warga sangat kuat, karen lahan yang menjadi lokasi pembangunan puskesmas merupakan bagian dari fasilitas sosial dan fasilitas umum warga di Sektor Melati Perumahan GDC yang seluas 2.000m2 lebih. Bahkan, legalitas proyek pembangunan tersebut dinilai tidak jelas,” imbuhnya.

Lukman menambahkan, bahwa dalam proses proyek tersebut, warga juga tidak pernah disosialisasikan oleh Pemkot Depok terkait pembangunan puskesmas semilai 1,4 miliar itu. Maka dari itu, warga merasa ada kesewenang-wenangan dari pihak Pemkot Depok dalam pembangunan gedung puskesmas di wilayah Kecamatan Cilodong ini.

Bahkan kesepakatan dengan wargapun berkali-kali diingkari Pemkot. Seperti, yang rerakhir rencana akan dibangun taman layak anak dilokasi Puskesmas yang bisa diakses oleh warga ternyata dilanggar pula oleh Pemkot,” tandasnya.

Maulana Said

NO COMMENTS