Proyek DBMSDA Kab. Tangerang Marak Penyelewengan (Bag-4)

RadarOnline.id, TANGERANG – Penelusuran dugaan penyimpangan atau penyelewengan pelaksanaan proyek-proyek Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang pada edisi ini akan mengungkap 3 paket kebinamargaan. Paket-paket yang diungkap adalah proyek “Peningkatan Jl. Buniayu – Ranca Labuh” dan “Lanjutan Peningkatan Jalan Gembong – Jawaringan” serta “Lanjutan Peningkatan Jalan Poros Desa Kp. Batununggul Kel. Sukatani Kec. Rajeg”.

Pada proyek Peningkatan Jalan Buniayu-Ranca Labuh yang dilaksanakan oleh Insan Karya Perkasa, PT dengan kontrak Rp 2.773.130.000,- dugaan penyimpangan terpantau radaronline.id pada pekerjaan Galian Tanah untuk Pelebaran Jalan; Lapis Pondasi dengan Agregat Kelas A untuk Pelebaran badan jalan, Lapis Pondasi Agregat Kelas A untuk Perbaikan Perkerasan Lama, dan Ketebalan Beton Cor. Semuanya diduga kuat tidak sesuai dengan volume yang tertera pada daftar kuantitasnya.

Pada daftar kuantitasnya, galian tanah untuk Pelebaran Jalan tercatat sebanyak 682,50 meter kubik. Pada pelaksanaannya, pekerjaan tersebut diperkirakan hanya sekitar pada sebagian tempat. Pasalnya, di beberapa tempat terlihat bahwa agregat untuk pelebaran badan jalan langsung ditebarkan diatas tanah eksisting.

Sejalan dengan itu, agregat kelas A untuk pelebaran jalan yang tercatat sebanyak 292,50 meter kubik, tidak terpasang seluruhnya. Diperkirakan total Lapis Pondasi Agregat untuk pelebaran jalan hanya sekitar 60 persen.

Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat untuk Perbaikan Perkerasan Lama yang pada daftar kuantitasnya tercatat sebanyak 694,54 meter kubik, juga diduga tidak terlaksana maksimal. Sebab kondisi terparah eksisting yang harus ditimbun hanya pada STA 0+800 sampai STA 1+000. Selebihnya hanya berupa pekerjaan minor atau leveling. Hal itu dikuatkan dengan penuturan warga sekitar yang ditemui beberapa waktu lalu.

Yang paling parah kan dari gorong-gorong itu sampe dekat pagar itu. Yang lain mah cuma perataan saja. Semuanya ada kira-kira 100 truk. Gak mungkin lebih dari situ,” tuturnya.

Pada proyek Lanjutan Peningkatan Jalan Gembong – Jawaringan yang dikerjakan oleh CV. Turki dengan kontrak Rp 1.408.288.000,- penyelewengan terpantau pada Galian tanah pelebaran jalan yang berakibat pada volume agregat yang juga berkurang.

Ketebalan beton cor di proyek ini juga diperkirakan hanya rata-rata 17 cm dari yang seharusnya 20 cm. Hal itu akibat dari pemasangan acuan beton (bekisting) yang tertanam antara 3 cm – 5 cm dibawah permukaan badan jalan yang akan dicor.

Modus yang sama juga dilakukan oleh CV. Barokah pada proyek Lanjutan Peningkatan Jalan Poros Desa Kp. Batununggul. Hanya saja pada proyek ini bekisting dibenam hanya sekitar 2 cm. Namun, pada beberapa tempat dengan jarak tertentu, badan jalan digali dengan kedalaman 3 cm hingga 5 cm. Galian dengan posisi melintang tersebut diduga dipersiapkan sebagai lokasi atau titik pengambilan sampel ketebalan beton (titik core). Nama seperti hari-hari sebelumnya, pihak DBMSDA yang hendak dikonfirmasi terkait pelaksanaan proyek yang diduga menyimpang itu, selalu tidak bisa ditemui.

Lagi pada nggak ada pak,” kata Pol PP yang berjaga di pintu masuk kantor, Kamis (23/11).

JUARA S/PESTA TB