Jaksa Hadirkan 3 Saksi di Sidang Lanjutan Willy

RadarOnline.id, TANGERANG KOTA – Sidang lanjutan terdakwa Residivis, Willy Triharja (39) di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (23/11) masih dalam acara mendengarkan keterangan saksi. Untuk meyakinkan dan mencari bukti materiil Jaksa menghadirkan 3 saksi untuk didengar keteranganyanya di persidangan.

Pada sidang perdana yang digelar Rabu (15/11) lalu, terdakwa Willy didakwa telah merugikan Supardi Sugandi puluhan miliar rupiah melalui modus pemalsuan surat pembelan (PO), pemalsuan surat tanda terima pengiriman batubara, perusahaan fiktif dan Baliyet Giro yang cacat hukum yang menyerupai perusahaan yang mengeluarkan aslinya.

Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Lebanus Sinurat SH dan hakim anggota Sri Suharini SH MH dan Gatot Sarwadi SH, dakwaan yang dibacakan terdakwa melanggar pasal 378 dan 263 KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Melda Manurung SH.

Sebagaimana dakwaan Jaksa, terdakwa diyakini telah melakukan modus operandinya dengan segala tipu muslihat sehingga merugikan korban yang tak lain adalah partner bisnis yang selama ini telah dipercaya.

Menurut keterangan saksi korban yang dihadirkan, Supardi Sugandi (45), dia mengalami kerugian lebih dari Rp 7 miliar. “Dari dana keluar yang sudah saya transfer Rp 9 miliar lebih yang bersangkutan baru mengembalikan Rp 1 miliar lebih,” katanya.

Selain saksi korban jaksa hadirkan 3 saksi untuk mendukung keterangan korban, yaitu Dedy dari Bank Indek, Irvan. dan juga orangtua terdakwa Kelana. Dedi menerangkan di depan hakim mengetahui perbuatan terdakwa setelah dirinya di panggil Polisi mengenai kebenaran Bilyet giro tersebut.

Sedangkan Irvan mengatakan bahwa perbuatan terdakwa bukan hanya sekali ini terjadi. Lebih lanjut, Irvan mengungkapkan tahun 2014 pernah melaporkan terdakwa Willy Triharja ke Polres Tangerang karena terdakwa menipu dirinya dengan Balyet Giro kosong. Atas perbuatan terdakwa tersebut Hakim menvonis 2 tahun penjara.

CV. Baramas Indah, milik terdakwa Willy akhirnya mendapatkan sejumlah uang melalui transfer Bank Index dan Bank BCA ke rekening Willy dan Mecen Kurniawati, istrinya. Pada bulan Februari, Maret dan April 2014 saja paling tidak sudah berpindah tangan uang kepelaku dan istrinya dengan total mencapai Rp 8,6 miliar.

Terdakwa Welly ketika ketua majelis hakim menanyakan apakah keterangan saksi saksi ada keberatan, dan tidak benar dengan tegas terdakwa mengatakan benar semua dan juga keterangan bapaknya yang sudah berbisnis dengan korban dan saling mengenal. Sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

LIM

NO COMMENTS