Jaksa Nesia Tuntut Mati Jaringan Narkoba Internasional

RadarOnline.id, TANGERANG KOTA – Setelah 5 kali persidangan tertunda akhirnya tuntutan Jaksa terhadap Terdakwa, Tono (41) sindikat jaringan narkoba Internasional yang dikirim melalui jalur laut dari Hongkong ke Indonesia sebanyak 84 kg turun juga dari Kejaksaan Agung. Dari informasi Polisi di persidangan perkara ini ada hubungannya dengan sabu yang ditangkap Mabes Polri di Pantai Anyer.

Jaksa Nesia sebelum sampai kepada tuntutan terlebih dahulu membacakan kronologis dan pakta persidangan. Tono menurut Jaksa mendapat tugas dari Alex untuk memindahkan narkoba jenis shabu sebanyak 84 kg dari Gudang Arcadia ke rumahnya di Komplek Taman Bandara Blok G 11/ 7 Dadap dari Cargo sebanyak 14 buah kotak.

Tanggal 4 April 2017, Tim Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang mendapat informasi langsung menuju Pergudangan Arcadi Batu Ceper dan menangkap Terdakwa Tono yang sedang menerima paket yang dikiri lewat Cargo atas suruhan Alex Marlin yang ditembak mati ketika dibawa menunjukan tempat penyimpanan narkoba, kata Farhan dan Risky dari Bareskrim Polri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nesia dari Kejaksaan Negeri Tangerang dalam persidangan Rabu (15/11) kepada Ketua Majelis Hakim yang memeriksa dan menyidangkan perkara ini telah terbukti secara syah dan meyakinkan bahwa Terdakwa Tono bersalah dengan tuntutan hukuman mati. Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Edy Purwanto SH dibantu Hakim Anggota Lebanus Sinurat SH dan Sri Suharini SH.

Jaksa dalam tuntutannya mengatakan Terdakwa Tono terbukti bersalah melakukan Pemupakatan jahat dan memiliki menyimpan yang meresahkan masyarakat karena tanpa hak menguasai narkoba golongan satu sebanyak 84 kg. Sesuai dengan pasal 132 ayat 1 jo pasal 11 Undang-Undang No 35 / Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ketua Majelis Hakim Edy Purwanto menunda persidangan selama 1 minggu Untuk memberikan kesempatan kepada Terdakwa Tono yang didampingi Penasehat Hukum dari Pengadilan Negeri Tangerang untuk mengajukan pembelaan.

JASARLIM/RODI