KPK Periksa Saksi Suap Bupati Nganjuk

0
39

RadarOnline.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap 8 (delapan) saksi dalam kasus gratifikasi dan suap perekrutan dan pengelolaan ASN/PNS di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Tahun 2017.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ke 8 saksi yang dipanggil, yakni Kepala RSUD Kertosono Kabupaten Nganjuk, Tien Farida Yani, PNS Kepala Sekolah SMPN 1 Tanjung Anom Teguh Sudjatmika serta 3 (tiga) PNS pada Pemerintahan Kabupaten Nganjuk yakni Suwarno, Cahya Sarwa Edy dan Suroto. Serta 3 saksi lain ajudan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, yaitu Nurrosyid Hussein Hidayat, Okky Hayupamudia dan Joni.

Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TFR (Bupati nonaktif Nganjuk Taufiqurrahman),” kata Febri Diansyah, Jumat (10/11).

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dan 4 lainnya, yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk, Ibnu Hajar, Kepala SMP Negeri 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk, Suwandi, Kepala Bagian Umum RSUD Kabupaten Nganjuk Mokhammad Bisri dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Harjanto sebagai tersangka gratifikasi dan suap perekrutan dan pengelolaan ASN/PNS di Kabupaten Nganjuk Tahun 2017.

Taufiqurrahman diduga menerima suap terkait perekrutan dan pengelolaan ASN/PNS di Kabupaten Nganjuk dari sejumlah pihak melalui orang kepercayaannya. Total uang yang diterima sebesar Rp298.020.000, dengan rincian dari Ibnu Hajar Rp149.120.000 dan dari Suwandi sebesar Rp148.900.000.

Sementara itu, Mokhammad Bisri dan Harjanto (pihak pemberi) disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

MT/YENNY