Suntikan Gas Elpiji Beroperasi Di Cipondoh

0
6

Mobil pick up B 9414 WAF bermuatan tabung elpiji 40 kg menuju lokasi penyuntikan. (RadarOnline.id/JS)

RadarOnline.id, TANGERANG – Penyelewengan elpiji (Liquified Petroleum Gas) bersubsidi kembali kambuh di Kota Tangerang. Praktek penyelewengan dilakukan dengan memindahkan elpiji dari tabung 3 kg (tabung melon) yang bersubsidi ke tabung 12 kg atau 40 kg yang non-subsidi.

Disparitas harga elpiji bersubsidi dengan yang non-subsidi diduga menjadi faktor yang membuat usaha pemindahan/penyuntikan gas tersebut sebagai sesuatu yang sangat seksi dan menarik untuk dilakoni.

Usaha illegal penyuntikan elpji yang sebelumnya telah lama tidak terdengar lagi beroperasi di Kota Tangerang, kini muncul kembali. Lokasi kegiatannya menyaru dengan usaha lain di dalam kawasan kavling DPR Cipondoh. Usaha illegal itu disebut-sebut milik oknum-oknum pemain lama.

Ada kali sekitar 2 bulan. Kabarnya, pemiliknya ada beberapa orang. Semuanya sudah pernah buka usaha yang seperti itu di tempat lain. Nama-namanya sih saya tidak tahu,” kata warga setempat yang ditanyakan sejak kapan usaha suntikan elpiji tersebut beroporasi.

Warga yang mengaku tinggal tak jauh dari lokasi suntikan elpiji tersebut menambahkan bahwa saban hari puluhan mobil pengangkut tabung gas 2 kg, 12 kg, dan 40 kg keluar masuk lokasi. Ada yang membawa masuk bahan, dan ada yang membawa keluar hasil produksi atau tabung berisi elpiji hasil suntikan.

“Setiap hari banyak mobil yang keluar-masuk kesana. Ada membawa tabung kuning atau tabung melon, ada juga yang membawa tabung biru dan tabung merah. Kata teman saya yang sudah pernah masuk kesana, elpiji dari tabung melon dipindahkan ke tabung biru atau tabung merah melalui selang. Tabung biru dan tabung merah yang sedang diisi itu ditimpa dengan balok es. Caranya seperti itu kata teman saya,” tutur warga yang tak mau mengungkap identitasnya itu kepada radaronline.id, Sabtu (4/11).

Informasi warga tersebut ternyata bukan hanya isapan jempol. Dalam waktu kurang dari 2 jam, radaronline.id yang memantau di sekitar lokasi mencatat tak kurang dari 15 unit mobil pick up Suzuki Carry dan Daihatsu Grand Max bermuatan tabung elpiji 3 kg,12 kg, dan 40 kg keluar-masuk lokasi. Ada juga truk Colt Diesel bermuatan tabung kosong elpiji 3 kg keluar lokasi.

Aparat pemerintah setempat hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi terkait keberadaan usaha illegal tersebut.

JUARA SIMANJUNTAK