Tagihan Rp 22,5 juta, Pasien Miskin di RS Jantung Harapan Kita Tidak Bisa Gunakan BPJS

Radaronline.id, Jakarta – Tujuh (7) hari sudah Selfince Boboy pasien miskin asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) di rawat di Rumah Sakit (RS) Jantung Harapan Kita. Tagihan pengobatan wanita tersebut sudah mencapai Rp 22,5 juta lebih.

Besarnya tagihan itu meembuat sang suami Dominggus Lima kebingungan. Hal itu bukan tanpa alasan, pria yang berprofesi sebagai sopir truk di Kupang bingung untuk membayar. 

Sesekali ia mendatangi kasir RS Jantung Harapan Kita untuk sekedar memastikan jumlah biaya pengobatan Selfince. 

“Saya siang datang cek lagi, katanya sudah 22,5 juta lebih. Ini sangat mahal untuk saya,” keluh Dominggus kepada wartawan, Jumat (13/10/2017).

Dominggus sesekali menerima telepon dari wartawan, yang menanyakan perkembangan penanganan Selfince.

“Saya cerita apa adanya. Saya kesulitan biaya. Istri saya ada kartu BPJS tapi kartunya tidak bisa dipakai. Kami juga mengurus surat keterangan tidak mampu dari Dinas Sosial, tapi juga tidak bisa membantu,” ujar Dominggus.

Meski kesulitan biaya pengobatan, kondisi pasien Selfice semakin stabil. Saat ini Selfince sudah pindah dari ruang CVC di lantai 2 ke ruangan perawatan di lantai 3 Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. 

Tim Dokter yang menangani Selfince sempat memutuskan untuk melakukan tindakan katerisasi, namun menunda tindakan tersebut karena melihat kondisi jantung Selfince semakin stabil. 

“Dokter bilang kondisi istri saya stabil, jadi tindakan katerisasi bisa ditunda dulu,” ungkap Dominggus.

Dominggus hanya bisa berharap pemerintah memberikan batuan atas kesulitan biaya pengobatan yang tengah dihadapinya ini. (Restu) 

NO COMMENTS