Ka.BPJS Depok: Penunggak BPJS Capai Rp 90 Miliar

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Dari banyaknya pasien yang sampai bulan Oktober 2017 ini belum juga membayar tunggakan, maka hampir Rp 90 Miliar tunggakan dari 93.000 pasien BPJS Kesehatan Depok yang hingga saat ini belum bayar.

Artinya, makanya untuk tahun ini, cukup banyak jumlah pasien yang menunggak pada tahun 2017 mencapai Rp 90 miliar. Hal itu dibandingkan dengan tahun lalu,” ujar Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Depok, Maya Febriyanti, Rabu (11/10), di Depok.

Dia menjelaskan, bahwa untuk tunggakan dari perusahaan atau badan usaha di Kota Depok, lanjut Maya, sudah sekitar 70 persen terbayarkan. Sedangkan perusahaan atau badan usaha yang mengalami tunggakan yaitu mereka yang sudah mengalami kerugian atau sudah bangkrut.

“Allhamdulillah kalau badan usaha di Kota Depok semuanya tetap bayar. Yang nggak bayar itu mereka yang sudah collapse atau tutup. Itu saja sih,” jelas Maya.

Menurutnya, bahwa pasien yang mengalami tunggakan tersebut terdiri dari kelas 1,2 dan 3. Namun yang paling banyak adalah pasien yang kelas 3.

”Jadi yang paling banyak kelas tiga, dan itu kebanyakan pasien yang tidak mampu membayar,” tutur Maya.

Dia juga menambahkan, bahwa tunggakan yang banyak terjadi dikarenakan mereka memang tidak memiliki kemampuan untuk membayar. Untuk itu, kami berharap pemerintah Kota Depok dapat mengambil alih agar membayarkan tunggakan mereka.

“Makanya kita pihak BPJS besok akan bertemu Bapak Wali Kota Depok, untuk membahas masalah ini. Jadi, kami sih berharap agar pemerintah Kota Depok mau membayarkannya,” ucap Maya.

Maya mengingatkatkan, bahwa BPJS Kesehatan Kota Depok dalam setiap tahun juga melakukan pembayaran untuk layanan kesehatan ke tingkat nasional yang mengeluarkan dana sebanyak Rp 700 Miliar. Jadi, ketika ada penunggakan atau pasien dengan jumlah yang begitu banyak tentunya pasti akan berdampak juga.

”Kendati demikian, BPJS Depok sendiri memang tidak berdampak. Tapi itu akan berdampak secara nasional dan mengurangi anggaran BPJS secara nasional tentunya,” imbuhnya. (Maulana Said)

NO COMMENTS