Oknum Wartawan Ikut Bekengi Usaha Minyak Ilegal di Dumai

0
5

Salah mobil tanki yang baru keluar dari usaha ilegal minyak di Dumai.

Radaronline.id, DUMAI – Usaha ilegal penampung minyak digelapkan beberapa supir truk tangki kian hari semakin tumbuh subur di wilayah Kecamatan Bukit Kapur Dumai. Bisnis illegal ini merajalela sejak lama karena diduga kuat ada pembiaran dari penegak hukum.

Sangat disesalkan banyak kalangan, maraknya usaha mafia minyak ilegal itu berada dekat rumah warga dan dipertontonkan di depan mata umum. Tudingan beberapa pemerhati seakan keberadaan aparat berkompeten yang ada di wilayah itu “sudah memberi izin”.

Bahkan banyaknya praktek usaha mafia ilegal penampung minyak ini seakan sudah tidak rahasia lagi. Ditambah dugaan pemilik usaha memiliki dana yang cukup untuk membungkam aparat, sehingga tidak tersentuh hukum.

Hal itu terlihat dari pergantian beberapa pimpinan penegak hukum. Meski seperti Kapolres Dumai dan Kapolda Riau sudah berganti-ganti tetapi usaha mafia penampung minyak ilegal di wilayah Kec. Bukit Kapur Dumai tetap saja aman-aman.

Bisnis haram ini diperparah adanya ’pengawal yang mengaku Wartawan’, sesuai imformasi yang beredar di lapangan.

Hal ini diperparah oknum wartawan yang seakan membenarkan usaha illegal tersebut, dengan membengkingi pelaku usaha. Padahal jelas-jelas menyalahi aturan yang berlaku.

“Bila dicermati operandi mafia minyak ilegal itu, sengaja menggunakan oknum yang mengaku Wartawan, dengan tujuan, bisa dianggapnya membuat wartawan jadi takut memberitakan usaha yang melawan hukum tersebut,” kata salah satu sumber yang tidak mau namanya disebutkan.

Dengan memberdayakan oknum wartawan didudukkan sebagai pengawal lokasi mafia, adalah menciderai citra wartawan, yang dianggapnya barangkali dapat melemahkan mentalitas insan Pers, tak berani memberitakan usaha akal busuk mafia BBM dan Mafia CPO.

Dari investigasi di lapangan kehadiran mafia penampung minyak BBM menurut sumber yang layak di percaya, karena banyak supir truk tangki pengangkut BBM menjual isi muatanya di lokasi mafia. Diduga supir truk tangki BBM tesebut di pelihara perusahaan transportasi pengangkut BBM yang hingga kini belum tersentuh hukum padahal setiap hari mengelapkan sebagian dari isi muatan truk tangki BBM tersebut.

Sementara keberadaan sejumlah lokasi penampung BBM dan CPO di wilayah Bukit Kapur Dumai terangterangan beraksi. Padahal di daerah itu ada Camat, Lurah, dan RT, namun tidak tahu mengapa aparat tersebut sepertinya tutup mata akan kasus ini.

Sementara sesuai informasi di dapat awak media ini. “Kalau ada warga membangun rumah kalau belum ada IMBnya (Ijin) aparat tersebut sudah mengambil sikap tegas,” kata sumber Radaronline.id itu di lapangan.

Sedangkan lokasi usaha penampung minyak ilegal itu tumbuh subur, diduga di biarkan tanpa adanya tindakan dari aparat sama sekali. Padahal mengeruk untung uang banyak tetapi tak bayar pajak ke negara (PPN) termasuk pajak PPH. Dan pekerjanya status haknya di duga tidak sesuai UMK.

Apalagi lokasi usaha mafia tersebut berada dekat dengan rumah penduduk tetapi aparat berwajib tetap tutup mata. Diduga karena tidak ada yang melapor, padahal kegiatan usaha ilegal itu diketahui oleh pihak berwajib, seharusnya tanpa ada yang melapor usaha mafia minyak ilegal itu harus di berangus polisi.

Sampai sejauh ini temuan wartawan media ini di lapangan maraknya usaha minyak ilegal Kapolda Riau belum dapat dikonfirmasi termasuk Kapolres Dumai belum dapat di konfirmasi. (Rds)