Curi Motor, Polisi Amankan Mantan Satpam 

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Kapolsek Limo Kota Depok, Ajun Komisaris Polisi Muhamad Iskandar didampingi Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Polisi Sutrisno membenarkan, bahwa pihaknya mengamankan Muhamad Andi (37), warga Meruyung Limo, katena ketangkap usai mencuri motor di Jalan Jatiraya Barat, Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok.

“Pelaku pasrah ketika korban Edy Wahyudi (39), adalah orang yang juga dikenal pelaku memergoki dirinya sedang main ke rumah temannya lalu langsung ditangkap. Massa yang geram setelah mendengar teriakan maling oleh korban langsung dikejar dan ketangkap.

“Pelaku juga sempat menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka sobek di pelipis mata kanan dan pinggang. Petugas patroli yang cepat langsung melerai massa menyelamatkan pelaku dibawa ke Polsek Limo,”ujarnya, di kantornya.

Dia menjelaskan, bahwa modus pelaku meminjam motor kepada orang dikenal lalu motor dijual. Dari hasil motor curian pelaku dijual rata-rata sejuta sampai 2 juta. Uangnya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari lantaran sudah bertahun-tahun tidak bekerja.

“Jadi berdasarkan dari hasil pemeriksaan petugas, pelaku sudah melakukan sebanyak tiga kali menipu korbannya dengan modus yang sama. Artinya, penghasilan kejahatan yang telah pelaku peroleh sudah mencapai Rp. 3 juta. Sebagai barang bukti yamaha mio yang dicuri pelaku sudah kami sita,” jelas Iskandar.

Iskandar menegaskan, bahwa untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku dikenakan Pasal 378 dan atau 372 KUHP  dengan ancaman pidana 5.penjara.

“Semua motor hasil tipu sudah dijual ke seorang rekannya di Kalisari Jakarta Timur,” tandas mantan Kasi Propam Polresta Depok itu.

Sementara itu, pelaku Muhamad Andi mengaku, bahwa selama tidak bekerja kehidupanya terpuruk bahkan hubungan keluarga tidak akur. Dirinya terpaksa melakukan kejahatan dengan cara menipu setelah dirinya dipecat dari pekerjaan menjadi satpam pada tahun 2010 silam.

“Saya pernah jadi satpam perumahan namun setelah ada perubahan manajemen tahun 2010 saya kena PHK. Setelah itu sulit mencari pekerjaan dan terpaksa menipu orang untuk kebutuhan hidup,” ucapnya.

Muhamad Andi mengelukan, bahwa
hidup saya tambah berantakan ketika istri menceraikan saya setelah saya di PHK sebagai Satpam. Karena belum juga memperoleh pekerjaan akhirnya menjadi kuli bangunan.

“Dirinya juga mengaku bersalah dan sangat menyesal atas semua perbuatan yang melawan hukum yang telah dilakukannya. Selain itu, saya juga tahu atas apa yang sudah saya lakukan. Saya siap untuk dihukum,” ujar bapak satu anak itu. (Maulana Said)