OTT KPK Kembali Makan Korban

Radaronline.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menebar ancaman kepada para pelaku korupsi, baik itu petugas pemerintahan atau bahkan penegak hukum sekalipun yang ingin bermain-main dengan hukum. Pembuktian KPK itu bukanlah isapan jempol, dalam beberapa bulan ini saja sudah banyak jumlah oknum yang terjaring Operasi Tangkap Tangan petugas KPK.

Bahkan Rabu malam, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu. Dikabarkan, seorang hakim turut tertangkap dalam OTT itu.

KPK membenarkan adanya operasi tangkap tangan di Bengkulu. Para pihak yang ditangkap saat ini masih menjalani pemeriksaan awal.

“Benar, tadi malam tim KPK lakukan OTT di Bengkulu,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (7/9).

Para pihak yang ditangkap itu disebut merupakan seorang hakim. Namun Febri hanya menyampaikan bila ada pihak yang ditangkap adalah oknum penegak hukum.

“Kami dapat informasi dari masyarakat dan setelah dicek di lapangan, benar ada indikasi transaksi suap yang melibatkan oknum penegak hukum setempat,” kata Febri.

Selain itu, KPK juga mengamankan sejumlah uang yang diduga dipakai untuk transaksi. Namun, Febri tidak membeberkan OTT itu terkait kasus apa.
Ia hanya menjelaskan bahwa KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap tersebut.

Dikatakan Febri, uang yang disita KPK dalam OTT tersebut beekisar ratusan juta rupiah, namun ia tidak memberikan penjelasan secara pasti jumlah uang tersebut.

“Iya ada uang ratusan juta,” ujarnya.

Saat ini, para pihak yang ditangkap itu masih menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Bengkulu. Rencananya nanti siang, mereka akan dibawa ke KPK.

“Kemungkinan besar siang ini akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses lanjutan,” ungkapnya.

KPK belum menjelaskan secara rinci terkait permasalahan apa yang menjerat oknum aparat penegak hukum tersebut dalam OTT itu.

“Dalam waktu paling lambat 24 jam, KPK akan tentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut,” kata Febri. (Stg)

NO COMMENTS