Yayasan BPI PHK 6 Guru Secara Sepihak

Kuasa hukum pekerja Rihard Burton, SH.

Radaronline.id, JAKARTA – Morning Star Academy Yayasan Bintang Pagi Indonesia (BPI) yang berdomisili di Jl. Denpasar Raya Blok F-3 No. 2-3 Kuningan, Jakarta Selatan, Prov. DKI Jakarta diduga melakukan semena-mena terhadap karyawannya. Hal itu diketahui setelah 6 orang guru di sekolah tersebut diduga dipecat secara sepihak oleh pihak Yayasan BPI.

Hal itu terungkap dari kuasa hukum ke 6 orang guru yang dipecat secara sepihak yakni Rihard Burton Pangaribuan SH dari kantor Law Firm RBS & Parners. Pihaknya mengatakan bahwa kliennya disuruh mengundurkan diri karena alas an efesiensi dan akan diberikan pesangon 1 bulan gaji.

“Klien kami disuruh membuat surat pengunduran diri dengan perusahaan akan memberikan 1 bulan gaji. Hal ini sangat tidak masuk akal dan jelas bertentangan dengan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” kata Rihard Burton SH kepada Radaronline di kantornya di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Ia menambahkan, bahwa sesuai UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerja pada pasal 156 ayat 1 jelas dikatakan “Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang pergantian hak yang seharusnya diterima”.

“Apalagi dengan alasan perusahaan efesiensi atau pengurangan karyawan, harusnya BPI memberikan dua kali ketentuan pasal 164 ayat 3 undang-undang yang sama. Bukan memberikan 1 bulan gaji. Apalagi BPI ini bergerak di bidang pendidikan,” tambah Rihard.

Rihard mengatakan pihaknya sudah mengundang pihak Yayasan BPI untuk melakukan Bipartit sesuai dengan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, namun dari BPI tidak menghadirinya.

“Kami sudah melakukan Bipartit, namun pihak BPI tidak ada etikat baik dengan tidak mengindhkan undangan kami sampai dua kali. Sehingga saat ini kami sedang menempuh proses Tripartit,” tutup Rihard.

Sementara itu disisi lain, ia menambahkan bahwa cara seperti ini sangat tidak manusiawi terhadap pekerja. Dimana perusahaan melakukan pemecatan sepihak dengan tidak memberikan hak pekerja. Sehingga hal seperti ini harus diperjuangkan. (Yeni)

Berita terkait :
PN Jakpus Kembali Menangkan Gugatan Eks Karyawan Unija
30 Tahun Mengabdi, Unija Abaikan Nasib Karyawannya