Lurah Kota Kulon Bantah Tudingan Mafia Tanah Negara

0
124

RadarOnline.id,BONDOWOSO – Lurah Kota Kulon Kecamatan Kota Bondowoso, Zulkifli membantah dituding sebagai mafia tanah Negara. Ia mengatakan, permasalahan yang sudah beredar di Media semua tidak benar.

Itu semua tidak benar. Yang ada, permasalahan itu tanah Yasan milik Satuman. Sedangkan tanah Negara yang dimaksud sampai saat ini utuh,” kata Zulkifli dikediamannya, saat mengundang RadarOnline.id untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi, Minggu (20/8).

Menurut Zulkifli, permasalahan bermula saat kelompok karang taruna bermaksud meminjam tanah Negara yang terletak di Kelurahan Kota Kulon di RT17 sekitar 1 tahun lalu. Saat itu, Zulkifli belum menduduki jabatan lurah di Kota Kulon.

Kejadiannya sebelum saya jadi lurah,” ujar Zulkifli.

Zulkifli menerangkan, ada diskomunikasi antara pihak kelurahan dengan ketua karang taruna. Awalnya, tanah yang ingin dipinjam oleh karang taruna adalah tanah negara. Namun, dikarenakan tanah tersebut masih dikelola orang lain, Kemudian pihak kelurahan mencari solusi dengan mengalihkan kepentingan karang taruna. Meminjam tanah Yasan milik Satuman yang bersebelahan langsung dengan tanah negara itu.

“Memang surat perjanjian yang diberikan kepada kelompok karang taruna itu tanah negara. Itu, dilakukan oleh mantan Lurah yang dulu karena kepentingan karang taruna mendesak. Namun, Pak Lurah yang dulu tidak melihat objek dulu bahwa objek masih dikelola orang lain. Karena surat itu kadung dibuat, maka kelurahan mencari solusi untuk meminjam tanah Yasan milik Satuman untuk dijadikan kolam ikan kepentingan karang taruna,” jelas Zulkifli.

Penjelasan Zulkifli dibenarkan oleh Kasi Kelurahan Kota Kulon Sumarsono dikediaman Zulkifli. Selain itu, Zulkifli mengaku sudah menghubungi mantan lurah, H. Suwarso untuk meminta penjelasan yang detail tentang surat perjanjian dengan pihak karang taruna.

“Dulu saya sendiri yang komunikasi dengan satuman. Kebetulan saat itu tanah beliau mau dijual. Tapi, belum menemukan pembeli. Itu pun cuma-cuma diberi pinjam oleh pihak satuman. Sekarang, karena satuman sudah menemukan pembeli, maka tanah tersebut ditarik oleh yang bersangkutan,” terang Sumarsono di kediaman Zulkifli.

Zulkifli juga memperlihatkan copy sertifikat tanah yang di dapatkan dari Pemerintahan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Pada gambar di Sertifikat No.19 yang diterbitkan pada tanggal 17 Januari 2001 itu, tanah Negara bersebelah langsung dengan tanah yasan milik Satuman.

Zulkifli berencana memanggil para pihak. Hal itu, untuk meluruskan permasalahan sekaligus tudingan bahwa Ia telah menjual tanah Negara di Kelurahan Kota Kulon. (Shodiq)