Pembangunan Jalan Kabupaten Tangerang Marak Penyelewengan

0
12
Jalan Kp. Cibayana Batas Bogor. (RadarOnline.id)

RadarOnline.id, TANGERANG – Pemberantasan korupsi yang semakin gencar tampaknya tidak membuat surut hasrat untuk berbuat curang para penyedia barang/jasa kegiatan Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang. Penyelewengan dengan pengurangan volume pekerjaan mungkin sudah mendarah daging. Lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan hingga pemeriksaan hasil pekerjaan diduga menjadi faktor yang sangat mempengaruhi keberanian penyedia barang/jasa berbuat curang.

Tindakan curang pengurangan volume yang jamak dilakukan adalah berupa pengurangan volume Lapis Pondasi dengan Agregat, Beton cor readymix, dan volume besi tulangan dowel pada paket pekerjaan pembangunan jalan. Sedangkan untuk paket pekerjaan Turap dan Saluran pengurangan volume dilakukan pada pekerjaan pondasi dan spesi adukan semen pasangan batu.

Perbuatan curang pengurangan volume pekerjaan oleh penyedia barang/jasa (kontraktor) terpantau radaronline.id pada paket pekerjaan tahun anggaran 2017 antara lain adalah paket berjudul “Peningkatan Jl. Kp.Gardu Bts Bogor Ds. Cikasungka Kec. Solear” yang dilaksanakan oleh CV. PUTRI PARAHYANGAN dengan kontrak senilai Rp 1.888.191.000,00; “Kutruk-Jambe (Bts.Bogor)” yang dilaksanakan CV. Mahameru dengan kontrak Rp 2.275.253.000,00; “Lanjutan Peningkatan Jalan Daon-Kemiri, Desa Daon dan Desa Pangarengan” yang dikerjakan oleh CV. nur Abdi dengan kontrak Rp 962.796.000,00.

Pekerjaan saluran, terpantau pada paket “Lanjutan Normalisasi Pembuang Cirewed Kec. Cikupa” yang dilaksanakan oleh CV. DAFA PERMATA.

Upaya konfirmasi terkait pelaksanaan paket-paket pekerjaan tersebut hingga saat berita ini dilansir belum dapat terpenuhi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPKo) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari peket-paket pekerjaan tersebut tidak dapat ditemui di Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Selasa (8/8) dan Rabu (9/8). Para PPKo dan PPTK dikabarkan sedang dinas lapangan.

Sedang ke lapangan Pak,” kata salah seorang pegawai. (Juara Simanjuntak)