Proyek Dupak Tak Sesuai Komposisi Teknik

0
37
Proyek pembangunan Pendestrian dan saluran Jl. Dupak Timur Sisi Selatan, Kec. Bubutan, Kota Surabaya, Jatim, yang dikerjakan oleh PT Diatasa Jaya Mandiri, dengan nilai anggaran Rp 3.974.134.200,- diduga pekerjaannya melakukan penyusutan volume material. (RadarOnline.id)

RadarOnline.id, SURABAYA – Proyek pembangunan Pendestrian dan saluran jalan Dupak Timur Sisi Selatan, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur, yang dikerjakan oleh PT Diatasa Jaya Mandiri, dengan nilai anggaran Rp 3.974.134.200,- diduga pekerjaannya melakukan penyusutan volume material.

Pada pemberitaan sebelumnya PT Diatasa Jaya Mandiri tidak memasang papan nama proyek, kemudian pemberitaan kedua diduga melakukan penyusutan volume material dengan tidak memasang urugan sirtu padat dibagian bawah, serta dibagian kiri dan kanan tidak terpasang sirtu, melainkan memasang urugan kembali atau bekas tanah galian, serta tidak terlihat sheet pile yang terpasang disepanjang proyek.

Diakui Risk soal pekerja proyek tersebut.  “Untuk pemasangan sirtu memang tidak ada, sudah dihapus, jika memang ada nanti dibagian Top Buttom karena disitu akses keluar masuk kendaraan, ” akunya via whatsApp.

Disinggung soal pemasangan sheet pile. “Rencana di pasang pada sekitar tiang listrik, yang mana sementara ini masih dilewati, rencana area situ dicor setempat, begitu kita gali nanti kita pasang sheet pile,” ujar Risk via whatsApp, Selasa (10/7).

Pengerjaannya diduga tidak sesuai komposisi tekhnik, terkesan pekerjaan terburu-buru sehingga mutu pekerjaan diabaikan, tampaknya kontraktor mengejar keuntungan dibandingkan mutu pekerjaan, serta diduga berani mencuri volume pekerjaan yang ada di Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Lanjut, Saat dihubungi via WhatsApp dengan membalas, “Konfirmasi ke dinas langsung aja pak, bisa ke PPATK/Kasi PU Bina Marga,” balas Risk.

Disisi lain, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) melalui PPKM Ganjar siswo pramono saat di sms melalui Ponselnya soal pekerjaan dijalan dupak timur sisi selatan, kemudian dibalas pesan singkat.  “Ya Mas, akan kita hapus untuk pemasangan sirtu, untuk sirtu tidak akan ada pembayaran,” balasnya.

Diharapkan pada waktu MC-100 (Mutual Check-100%) bisa ditunjukkan kebenaran penghapusan material urugan sirtu, dan yang lainnya, terbayar atau tidaknya akan diketahui pada waktu MC-100 keluar, “Masih dibuatkan kajian di konsultan perencana dan konsultan pengawas,” lanjut ganjar.   (Holidy)