Ruang Kelas SMPN 3 Cisauk Direhab

SMPN 3 Cisauk, Tangerang. (RadarOnline.id)

RadarOnline.id, TANGERANG – Penantian panjang pengelola satuan pendidikan SMPN 3 Cisauk akhirnya berakhir juga. Sebanyak 4 (empat) ruang kelas rusak yang selama ini sudah tidak dipakai untuk kegiatan belajar-mengajar, mendapat kucuran dana rehabilitasi (rehab). Ruang kelas yang selama 2 tahun terakhir ditutup dan tidak dipakai itu, akan dapat digunakan kembali pada tahun pelajaran baru 2017/2018 ini.

Dari papan nama proyek yang terpampang di lokasi kegiatan, diketahui bahwa 4 ruang kelas tersebut didanai dari DIPA Satker Pembinaan SMP, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemdikbud tahun 2017 sebesar Rp 512.714.813,00. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh Panitia Rehabilitasi Sekolah (PRS).

Pada Rabu (12/7), kegiatan rehabilitasi dilaksanakan tidak hanya terhadap 4 ruang kelas yang rusak. Ruang Laboratorium pun ikut ditangani meski tidak sebanyak pekerjaan pada 4 ruang kelas yang menjadi objek utama kegiatan.

Kepala UPT SMPN 3 Cisauk, Tata Yudha Sutaryadi SPd MPd yang dihubungi melalui jaringan pribadi WhatsApp membenarkan bahwa pekerjaan rehabilitasi ruang kelas di sekolah yang dipimpinnya tersebut tidak hanya pada 4 ruang kelas rusak. Beberapa bangunan lainnya juga ikut ditangani karena dalam perencanaannya ikut dicantumkan untuk perbaikan.

“Ya,” katanya singkat menjawab pertanyaan radaronline.id apakah perbaikan laboratorium masuk ke lingkup kegiatan rehabilitasi 4 ruang kelas itu.

Sebelumnya, ketika ditemui awal Mei lalu, Tata Yudha menjelaskan bahwa untuk kegiatan rehabilitasi ruang kelas, pihak sekolah boleh mengikutsertakan kerusakan-kerusakan kecil di ruang kelas atau bangunan lain di sekolah dalam rencana anggaran biaya rehabilitasi. Kerusakan kecil seperti kaca pecah, pintu, jendela, penggantian engsel dan kunci dapat dimasukkan ke dalam rencana anggaran biaya.

“Rehab 4 ruang kelas adalah sebagai pekerjaan utama. Tetapi, pekerjaan rehabilitasi tidak terbatas disitu. Kerusakan di ruang lainnya seperti laboratorium atau ruang kelas yang ada kerusakan ringan ikut diperbaiki sepanjang pekerjaan itu dimasukkan dalam usulan kegiatan. Sekarang modelnya seperti itu. Semua kerusakan di ruang lainnya boleh dimasukkan dalam rencana anggaran biaya (RAB),” katanya ketika itu. (Juara Simanjuntak)