Thamrin : Rebutan PPDB SMPN Depok, Untuk SMA/SMK Wewenag Provinsi

0
15

Mohammad Thamrin

Radaronline.id, KOTA DEPOK – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok tahun ajaran baru 2017 – 2018, akan melakukan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMP dengan menggunakan sistem zonasi. Dimana pembagian zonasi ini dilihat dari jarak sekolah dengan tempat tinggal siswa. Jadi sesuai dengan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Budaya terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017. Dimana dalam isi Permen tersebut salah satunya berisi tentang penempatan peserta didik baru sesuai tempat tinggalnya.

“Artinya, sekolah akan mengutamakan siswa yang berdomisili atau bertempat tinggal satu kelurahan dengan sekolah tersebut. Disdik akan membagi zonasi dalam sepuluh ring, untuk ring satu diutamakan siswa yang paling dekat dengan sekolah,” Terang Kepala Disdik Kota Depok Mohammad Thamrin kemarin.

Dia menjelaskan, bahwa siswa yang melakukan pendaftaran di ring satu akan mendapatkan 50 poin. Untuk siswa yang jarak rumah dengan sekolahnya jauh akan masuk ring sepuluh dengan skor 5. Jadi, pembagian ring dan poin akan otomatis masuk kedalam sistem saat mereka mendaftar karena sudah pasti siswa akan menuliskan alamat rumah mereka saat mendaftar online.

“Artinya, ini bertujuan dari sistem itu agar nanti tidak adanya kembali alasan para siswa bila telat datang ke sekolah. Selain itu, dengan sistem ini maka tidak ada lagi istilah sekolah yang di unggulkan. Sebab, seluruh sekolah negeri yang ada di Depok itu memiliki kualitas yang sama tidak ada bedanya. Untuk seleksi PPDB SMP dimulai pada 10-13 Juli 2017,” jelas Thamrin.

Dia juga menerangkan, bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMP di Depok yang akan dimulai pada 10-13 Juli 2017 akan di ikuti kurang lebih sekitar 30 ribu siswa Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta. Namun mereka akan berebut untuk masuk di 26 SMP Negeri yang ada di Depok.

“Kendati demikian daya tampung dari ke-26 SMPN tersebut hanya 7.600 siswa sedangkan untuk SMP terbuka hanya 900 siswa. Jadi, untuk mereka yang tidak tertampung di SMP Negeri, bisa mendaftar di 170 SMP swasta di Depok. Mereka juga bisa melanjutkan ke pesantren maupun sekolah luar di Depok,” papar Thamrin.

PPDB tahun ini, papar Thamrin, Disdik Kota Depok memberikan kuota 30 persen untuk non-akademik dan 70 persen akademik. Namun, untuk yang di online kan hanya 65 persen sedangkan untuk luar Depok sebesar 5 persen. Selai itu, agar tidak ada lagi istilah sekolah unggulan maupun alasan terlambat karena rumah jauh, PPDB tingkat SMA/SMK di Depok telah menggunakan sistem zonasi.

“Namun, sistem zonasi yang digunakan untuk PPDB SMA/SMK menggunakan sistem hitung per kilometer. Tetap untuk PPDB SMA/SMK di Depok menggunakan sistem zonasi, tapi yang semua kewenangannya ada di provinsi. Artinya, untuk teknis dan lainnya semua diatur provinsi,” paparnya. (Maulana Said)