Dinkes Bondowoso Belum Bisa Benahi Aplikasi

0
2

RadarOnline.id, BONDOWOSO – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, M. Imron menjelaskan belum bisa membenahi aplikasi berbasis website tentang penatusahaan persediaan obat di Gudang Farmasi Kabupaten (GFK). Menurutnya, kendala utama adalah ketersediaan anggaran untuk melakukan pembenahan.

Mudah-mudahan pada tahun 2018 mendatang ada anggaran untuk memperbaiki Aplikasi itu,” kata Imron, Kamis (22/6).

Imron mengatakan untuk membenahi keseluruhan sistem dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1 miliar dalam satu tahun. Dengan anggaran itu, kendala hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) akan teratasi.

Hasil Audit yang dilakukan BPK pada tahun 2016, menemukan perbedaan fisik obat dengan kartu stok. Output aplikasi persediaan berbasis web tersebut terdiri atas rekap mutasi barang, rekap laporan penerimaan dan pengeluaran obat, dan rekap pengeluaran.

Dalam rekap mutasi barang terdapat fitur kartu persediaan barang yang berisi informasi jumlah unit dan harga masing-masing obat. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK, aplikasi tersebut tidak bisa diakses oleh seluruh puskesmas.

Imron mengaku, selain aplikasi tidak bisa menjangkau seluruh Puskesmas di Kabupaten. Permasalahan juga dipicu oleh petugas tidak taat untuk melaporkan ketersedian obat yang ada. (Shodiq)