Ahli Waris Lahan Tambak Wedi Buka Posko Pengaduan

Posko pengaduan yang dibuka oleh Ahli Waris H. Munawar, di Jalan Tambak Wedi Baru, tepatnya di depan Puskesmas Tambak Wedi, Kec. Kenjeran, Surabaya. (RadarOnline.id)

RadarOnline.id, SURABAYA – Ahli Waris H. Munawar buka Posko pengaduan di Jalan Tambak Wedi Baru, tepatnya di depan Puskesmas Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, untuk menerima laporan warga terkait dugaan lahan ahli waris yang dijual belikan oleh oknum kelurahan lama dkk.

Posko pengaduan tersebut dibuka pada Senin (12/6) sudah didatangi orang yang mengadukan kalau dirinya merasa telah ditipu oleh oknum kelurahan lama dkk dengan membawa surat-surat tanah miliknya yang dulu dibelinya ke pihak oknum kelurahan lama dkk, Selasa (13/6).

Upaya adanya Posko pengaduan agar dapat membantu warga yang merasa jadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oknum lurah lama dkk, posko tersebut dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai pukul 22.00 Wib.

Posko pengaduan warga akan memberikan efek jera bagi para mafia tanah, berner yang dipasang Ahli waris yang bertuliskan “Awas Mafia Tanah Berkeliaran di Tambak Wedi” posko yang berdiri diatas area sengketa.

Paska sehari berdirinya posko pengaduan warga Tambak Wedi, didatangi puluhan anggota terdiri dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Satpol PP, Pegawai Kelurahan, dan Pegawai Kecamatan.

Pada saat ada dilokasi posko pengaduan pihak kepolisian memeriksa dan menggeledah sejumlah pihak ahli waris pada saat berada dilokasi posko.

Bener tadi ada sejumlah kepolisian bersama Satpol PP dan pegawai Kelurahan Tambak Wedi serta Kecamatan. Kedatangan mereka mempertanyakan adanya posko dan berner yang di didirikan ahli waris,” jelas H. Talib, warga Tambak Wedi.

“Saya malah digeledah dan diperiksa juga di foto oleh anggota polisi serta meminta identitas saya, saya kan warga tambak wedi kok saya malah jadi sasaran pemeriksaan, bahkan ancamnya saya akan di bawa ke kantor,” kata Talib. (Holidy)