LMPI Terima Pengaduan Kontraktor Otoritas Pelabuhan

0
7

RadarOnline.id, MAKASSAR – Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulawesi Selatan menerima aduan dari beberapa pengusaha atau kontraktor Makassar di Jalan Landak Baru lorong 2, beberapa waktu lalu. Kontraktor Makassar ini menilai adanya kejangkalan yang dilakukan oleh Otoritas Pelabuhan Utama Makassar.

Para kontraktor ini mengadukan lantaran tidak lagi mendapatkan pekerjaan fisik dari pihak Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, malah sebaliknya, yang diakomodir untuk memenangkan dan mengerjakan proyek fisik pada tahun 2017 adalah beberapa perusahaan asal Jakarta.

“LMPI Sulsel sudah menerima aduan yang dilakukan kontraktor lokal Makassar ini,” ujar Andi Nur Alim, Ketua LMPI Sulsel Senin, 5 Juni.

Ia mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti beberapa pengaduan dari kontraktor dengan menyurat ke kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar pada 29 Mei 2017 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Namun belum ada jawaban, sehingga rencananya akan mengutus pengurus LMPI Sulsel untuk klarifikasi secara langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dini ada indikasi terjadinya dugaan Pelanggaran pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang persekongkolan tender. Dimana, pada pasal tersebut berbunyi bahwa pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan atau menentukan pemenang tender sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.

“Para pemenang tender dari Jakarta ada indikasi kuat terjadinya suap atau pungutan liar. Sehingga, atas hal ini kami meminta agar pihak Otoritas Pelabuhan Utama Makasssar mengakomodir kontraktor atau pengusaha lokal, agar tidak terkesan monopoli dengan mengabaikan kontraktor lokal,” terangnya.

Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh LMPI Sulsel, lanjut Andi Nur Alim, ditemukan beberapa pekerjaan proyek yang dimenangkan oleh pengusaha dari luar Sulawesi yang berasal dari Jakarta. Diantaranya, PT. Abdi Nusa Kreasi beralamat di Ruko Grand Pasar Minggu Raya Jakarta, PT Tambora Setia Jaya DI Jalan KH. Abdullah Syafei Jakarta, PT. Danu Reksa Sarana Cipta beralamat di Jalan Tebet Raya Jakarta dan PT Arenco Centra di Jalan Kramat Pulo, Jakarta.

“Diketahu keempat kontraktor asal Jakarta ini mengerjakan proyek dari Kementrian Perhubungan dengan angggaran masing-masing kurang lebih Rp600 juta,” katanya. (Bachtiar Barisallang)