Wali Kota Jakbar Diduga Komersilkan Gedung Pemda

Suasana bazar di Gedung Wali Kota Jakarta Barat. (RadarOnline.id)

RadarOnline.id, JAKARTA BARAT – Wali Kota Jakarta Barat HM. Anas Efendi bersama Event Organizer diduga komersilkan gedung Blok B kantor Walikota Jakarta Barat kepada para pedagang yang berdagang dalam acara bazar yang digelar setiap bulannya.

Dugaan dikomersilkannya gedung pemerintah, karena setiap pedagang dipungut biaya sewa tempat (lapak) mulai dari harga Rp 850.000 sampai dengan Rp 2 jutaan/lapak. Uang tersebut disetorkan kepada pihak Event Organizer.

Selain diduga dikomersilkan, event bazar yang berlangsung sejak Selasa (30/5) sampai Jumat (2/6) pekan ini juga diduga illegal. Pasalnya, tidak memiliki izin dari Pemerintah Kota Jakarta Barat dalam hal ini Bagian Umum Kota Administrasi Jakarta Barat.

Kepala Bagian Umum Setko Jakarta Barat, Ruswa mengatakan tidak tahu ada bazar berlangsung. “Saya juga kaget ada bazar karena tidak ada koordinasi. Apa mungkin mereka (pedagang) diusir?,” ujar Ruswa di kantornya, Rabu (31/5).

Ruswa mengatakan, bazar yang resmi untuk umum akan dibuka pada tanggal 19 Juni 2017 ini.

“Event-nya pasar murah,” kata Ruswa.

Widi, salah satu pedagang pakaian mengatakan acara bazar diketahui dari pihak EO melalui media sosial Whatsapp group. “Kita dikasih tahu EO-nya dari group WA dan bazar sudah dua hari ini dan berakhir pada Jumat (2/6) besok,” ujarnya.

Untuk mendapatkan tempat, lanjut Widi, pedagang harus melakukan booking tempat 2-3 minggu sebelum acara dimulai, “Kita harus transfer downpayment (DP) sewa tempat 50% dari sewa lapak kepada EO-nya.

Pelunasannya setelah kita loading barang di tempat,” tambah Widi yang diamini temannya, Desi bukan nama sebenarnya.

Desi mengaku membayar sewa tempat sebesar Rp 850.000 kepada EO. “Menurut saya sewa sekarang ini lebih murah dibanding pada bulan lalu sebesar Rp 1.200.000. Kalau di dalam lobi lebih mahal bisa sampai Rp 2 jutaan,” ujar Desi yang mengaku sudah kali kedua berdagang di Bazar kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Hal senada juga disampaikan Ibu Sinaga, salah satu pedagang sepatu mengatakan acara bazar diketahuinya dari group WA EO. “Kita kan punya group WA, jadi kita dikasih tahu,” ujar Ibu Sinaga.

Ibu Sinaga ini mengaku setiap event bazar digelar, EO-nya selalu gonta-ganti sehingga harga tempat tergantung broadchast dari EO-nya. “Sekarang ini saya bayar Rp 800.000,” ujar Ibu Sinaga ini yang sudah bolak-balik berdagang dalam setiap acara bazar digelar.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Perdagangan, Silviana mengaku tidak tahu menahu ada bazaar. ”Tidak ada koordinasi sama sekali dengan Sudin UMKMP, tahu-tahu sudah pada dagang. UKM gak ikut campur dengan kegiatan yang tidak terkoordinasi,” ujar Silvi ketika dikonfirnasi melalui WhatSapp, Rabu (31/5).

Wali Kota Jakarta Barat, H.M. Anas Effendi saat dikonfirmasi tentang event bazar melalui telepon selulernya, Anas tidak memberikan jawaban. (Markus)

NO COMMENTS