Rolas Sitinjak: Putusan Hakim Pada Ahok Tidak Fair

RadarOnline.id, JAKARTA – Tim Penasihat Hukum Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama mengungkapkan dua alasan mengapa memori banding yang sedianya diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif dinilai tidak adil.

Putusan hakim 2 tahun penjara terhadap Basuki ‘Ahok’ tidak adil,” kata Rolas Budiman Sitinjak SH MH IPC CLA, di Jakarta, Selasa (23/5).

Menurut Rolas Sitinjak, dua alasan memori banding mengapa dicabut. Alasan pertamanya adalah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara dan perintah penahanan terhadap terdakwa kasus penodaan agama, Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/5) pagi, mengesampingkan saksi pihak kliennya. Bahkan saksi ahli yang dihadirkan dipersidangan pun dikesampingkan oleh majelis.

Artinya, putusan yang diambil Majelis Hakim tidak fair,” jelas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KAI Jakarta.

Sementara itu, Penasihat Hukum Basuki ‘Ahok’ lainnya I Wayan Sudirta mengatakan, kasus Ahok dipenuhi kontroversi karena berdasarkan KUHAP, Pengadilan Tinggi adalah pihak yang bisa menetapkan penahanan.

“Menurut KUHAP Pengadilan Tinggi boleh menetapkan penahanan, bukan Ketua Majelis Hakim. Jadi, jelas penuh kontroversi masalah ini,” kata I Wayan.

Oleh sebab itu, pihak Keluarga Basuki ‘Ahok’ melalui istrinya, Veronica Tan memutuskan untuk mencabut permohonan banding atas putusan Majelis Hakim PN Jakarta Utara dengan mempertimbangkan kondisi dalam negeri usai vonis 2 tahun kepada Basuki ‘Ahok.

“Saya tahu tidak mudah bagi saudara menerima kenyataan seperti ini apalagi saya. Tapi saya telah belajar mengampuni dan menerima sesuatu jika untuk kebaikan kita berbangsa dan bernegara. Alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kemudian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang mengganggu lalu lintas, adalah tidak tepat saling unjuk rasa dalam proses yang saya alami ini,” ungkap Basuki ‘Ahok’ yang dibacakan Veronica Tan, saat menggelar konferensi pers di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/5) . (Yenny)

NO COMMENTS