Warga Manggarai Tolak Penggusuran

RadarOnline.id, JAKARTA – Warga RT01,02 RW 12 Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (26/4) menutup akses jalan masuk dengan ban bekas dan pot tanaman. Aksi tutup akses jalan ini didasari atas kekhawatiran terjadinya penggusuran oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyusul berakhirnya batas surat peringatan pengosongan rumah pada Selasa (25/4), untuk pembangunan jalur kereta api rute manggarai – Bandara Soekarno Hatta.

Rencananya, ada 11 rumah warga yang akan dikosongkan untuk pembangunan jalur tersebut.

Guna menghindari bentrokan aparat Kepolisian mengawal ketat jalannya pertemuan antara pihak PT KAI dengan warga. Meski demikian, warga Manggarai tetap menolak penggusuran. Hingga pertemuan berakhir, belum ada kesepakatan yang dihasilkan.  Untuk arus lalulintas dari arah Matraman menuju Manggarai, Tebet macet parah lantaran warga memblokade jalan. Bahkan, belasan ibu-ibu menggelar pengajian di tengah jalan.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur DKI DKI Jakarta Sumarsono mengungkapkan lahan di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, akan digunakan untuk proyek kereta bandara adalah milik pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta tidak ikut campur soal kompensasi bagi warga yang bermukim di kawasan tersebut.

Itu hitungannya lain lagi. Jadi bisa bedakan antara mereka tidak tinggal di kawasan sungai dengan tanah milik negara. Karena itu adalah tanah milik PT Kereta Api Indonesia,” jelas Sumarsono, Kamis (6/4) lalu.

Pihak PT KAI sendiri telah melayangkan surat peringatan kepada warga RW 12 Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan untuk mengosongkan rumahnya hingga Minggu, 9 April 2017. (Yenny)

NO COMMENTS