Polsek Karang Pilang Ringkus Pemalsu Dokumen

RadarOnline.id, SURABAYA – Petugas polsek karang pilang ringkus 2 (dua) orang sindikat pemalsu surat/dokumen, pada Selasa (21/3) di SPBU jalan raya mastrip, kebraon, Surabaya.

Dua tersangka itu berinisial MRE (32) warga Wonosari wetan baru 8/, wonokusumo, semampir, Surabaya, dan DH (50) warga jalan kendangan 3A, Kandangan, Benowo, Surabaya.

Peran tersangka DH sebagai pembuatan surat/dokumen seperti, kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), tanda daftar perusahaan (TDP) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP) atas suruhan MRE dengan memakai nama yang berbeda.

Mengingat nama MRE sudah tidak bisa melakukan transaksi karena nama tersebut sudah di blokir oleh pihak Bank, berbagai macam cara yang dilakukan untuk dapat mengajukan kredit pembelian mobil supaya di ACC pihak bank.

Berawal aksi para tersangka,” Mencari rumah kontrakan dengan niatan untuk membuat KTP, KK, TDP, SIUP, aspal dengan memakai alamat rumah kontrakan dan nama berbeda, untuk melakukan transaksi pengajuan kredit pembelian mobil di bank, “ungkap Kanit reskrim polsek karang pilang AKP Mardji Wibowo.

“Para tersangka terlebih dahulu membuat KTP dan KK atas nama Moh Roby digunakan untuk membuka rekening di beberapa bank, Setelah itu tersangka membuat KTP dan KK atas nama Hendro Cokro untuk pembuatan TDP, SIUP serta pengajuan kredit pembelian mobil Alphard dan Pajero Sport di sebuah Bank Swasta CIMB niaga auto finance dan CLIPAN finance,” jelas Kapolsek Karang Pilang Kompol Eko Widodo, Senin (27/3).

Atas kejelian petugas Satreskrim polsek karang pilang upaya penjualan mobil Alphard dapat digagalkan,” Kini para tersangka beserta barang bukti kita bawa ke Mapolsek guna penyelidikan lebih lanjut karena masih ada dua tersangka yang lain dan kini statusnya daftar pencarian orang (DPO), “lanjut AKP Mardji Wibowo.

Petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa, 1 unit Mobil Alphard, 1 buah STNK, 5 buah ATM BNI, 3 buah ATM BCA, 1 buah ATM NIAGA, 4 buah KTP, 1 buah Sim A, 5 buah Handphone berbagai merk, 4 buah KK, 2 bandel Cek, 3 buah buku tabungan BNI, 2 buah buku tabungan BCA, 1 buah tabungan CIMB Niaga, 1 lembar TDP, 1 lembar SIUP, dan 1 box kartu nama.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 378 atau Pasal 263 KUHP atau Pasal 94 UU RI nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan. (Holidy)

NO COMMENTS