Koshuri: PT Ruhuey Tak Miliki Ijin Industri

RadarOnline.id, TANGERANG – PT Ruhuey Indonabati yang berlokasi di Kelurahan Gembor, Kota Tangerang yang memproduksi bahan makanan olahan beku seperti bakso dan makanan vegetarian di gerebak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten, Kamis (16/3).

Dalam melakukan penggerebekan, BPOM didampingi oleh Anggota Kepolisian Polda Metro Jaya, Polres Metro Tangerang dan Personil dari Kejaksaan Tinggi Banten.

Kepala BPOM Banten, Mohammad Koshuri mengatakan, dari hasil pemeriksaan PT Ruhuey Indonabati dipastikan tidak memiliki sertifikat pangan, dan hal ini bertentangan dengan pasal 142 Undang-Undang Nomor 18 tentang Pangan.

“Sanksi ancaman hukuman penjara 2 tahun atau denda empat miliar rupiah,” ujar Koshuri kepada Wartawan.

Koshuri mengungkapkan, ijin yang tertera di bungkus kemasan bakso yaitu DEPKES RI No SP 248/1908/1997, setelah di konfirmasi ternyata tidak ada terdaftar. “Dan kemungkinan ada pemalsuan dokumen ijin produk, dan jelas hal ini juga merupakan pelanggaran dan ini pidana,” ucapnya.

Semestinya ini menggunakan ijin Industri, bukan Ijin Produksi Rumah Tangga (IPRT) karena lokasinya memang kawasan industry. “Bukan home industri,” jelas Koshuri.

Terkait dengan kandungan berbahaya yang ada dalam produk PT Ruhuey Indonabati, Koshuri mengatakan, “Dugaan itu ada, tapi kita masih melakukan pemeriksaan dulu biar lebih pasti, tapi kegiatan produksi harus kita hentikan untuk sementara, karena melihat dari sarana dan prasarana produksi yang tidak mendukung, seperti sanitasi yang tidak terjaga, tempat produksi yang kotor, bau dan ada kecoak,” tandasnya.

Hasil pantauan dilokasi PT Ruhuey Indonabati, terlihat produk hasil olahan PT Ruhuey yang siap edar dalam sebuah mobil box ukuran sedang turut diamankan petugas, dan berbagai hasil produksi seperti bakso yang sudah dikemas disita oleh petugas untuk diteliti lebih lanjut. (Rodi Sitio)