Mantan Polisi Pecandu Narkoba 4 Tahun Penjara

RadarOnline.id, SURABAYA – Mohammad Sobri bin Kuwat mantan anggota polisi yang ditemukan tergeletak di pinggir jalan Indragiri akibat sakauw, dinyatakan bersalah dan divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Kamis (9/3).

M Sobri dinyatakan bersalah karena sebagai mantan polisi ia justru melanggar program pemerintah dalam pemberatasan narkotika.

Vonis ini dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang terdiri dari Sigit Sutriono, Hariyanto dan Yulisar. Selain dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, Sobri juga diharuskan membayar denda Rp 800 juta dan jika tidak dibayar, diganti dengan 1 bulan penjara.

Setelah vonis dijatuhkan, Mohammad Sobri menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding.

Sidangpun ditutup.

Keluar dari ruang persidangan, terdakwa langsung menghampiri jaksa Wilhelmina Manuhuttu dan menanyakan jaksa Damang Anubowo, agar mengembalikan uang Rp 50 juta. “Mana Jaksa Damang, saya minta uang saya kembali,” tanya terdakwa kepada jaksa Welly.

Mendenger pertanyaan itu, Jaksa Welly pun menjawab tidak tahu. “Saya hanya jaksa pengganti,” jawab Welly.

Kepada awak media, terdakwa mengaku bahwa dirinya dimintai jaksa Damang uang sebesar 150 juta dengan janji memberikan hukuman ringan.

“Jaksanya Damang minta 150 juta, saya kasih uang muka 50 juta. Selanjutnya saya kasih 100 juta tapi uang saya dikembalikan,” ucap Sobri sambil berjalan menuju ruang tahanan PN Surabaya.

Dalam dakwaan dijelaskan, Mochamad Sobri bin Kuwat jadi pesakitan di PN Surabaya akibat dilaporkan Sukiman anggota Denpom V/4 Surabaya, lantaran kedapatan sedang sakauw pada 26 Juli 2016 sekitar pukul 03.00 WIB di trotoar jalan Adityawarman, Surabaya.

Saat Sobri ditemukan oleh Sukiman, dia dalam kondisi tergeletak ditrotoar, sementara mobilnya Daihatsu Xenia L 5427 DM masih menyala dan pintu mobilnya terbuka.

Atas perbuatan dan barang bukti yang ditemukan, terdakwa yang merupakan oknum anggota Polri Polsek Wiyung ini dijerat pasal 112 pasal (1) undang-undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam hukuman maksimal 15 tahun perkara. (Harifin)

NO COMMENTS