Pesan Raja Salman Untuk Pariwisata Sumut

Oleh: Sutrisno Pangaribuan, ST

RadarOnline.id, PADANGSIDEMPUAN – Pilihan Raja Arab Saudi, Salman terhadap Bali sebagai tempat berlibur memberi pesan penting bagi kita. Tempat berlibur ternyata tidak memiliki hubungan dengan gagasan membuat zonasi halal di kawasan Danau Toba seperti gagasan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan secara latah didukung oleh Universitas Sumatera Utara.

Raja Salman yang merupakan Pemimpin negara agama ternyata menyadari dan menghormati perbedaan.

Oleh karena itu, beliau dan keluarga kerajaan yang menyertainya tidak menuntut perlakuan khusus. Pilihan berlibur ke Bali memberi pesan bahwa tujuan utama berlibur adalah menikmati keindahan alam, budaya, bahkan perbedaan dalam banyak hal.

Berdasarkan kenyataan di atas, maka Pemerintah di semua tingkatan diminta untuk segera melakukan hal- hal sebagai berikut:

1. Pemerintah serius menyusun rencana besar kepariwisataan secara holistik dengan melibatkan semua pihak. Pembangunan infrastruktur penting, namun persiapan sosial pun harus beriringan.

2. Pemerintah di semua tingkatan diminta tidak berpikir diskriminatif. Kenyataan sebagai bangsa yang memiliki berbagai keragaman harus dilihat sebagai kekayaan.

3. Pemikiran tentang zonasi halal hendaknya dihindari dari penyusunan rencana besar kepariwisataan. Pemikiran tentang zonasi halal justru akan menghambat pembangunan yang utuh dan menyeluruh terkait kepariwisataan.

4. Pembangunan kepariwisataan harus diarahkan pada pembangunan manusia yang selaras dengan alam semesta. Maka manusia dan alam semesta harus tetap menjadi muara dari pembangunan. Sehingga baik manusia dan alam semesta tidak boleh saling terasing antara satu dengan yang lainnya.

5. Khusus menyangkut pembangunan pariwisata di Danau Toba, semua pihak terutama pemerintah diharapkan tidak menghidupkan lagi pemikiran diskriminatif tentang zonasi halal. Ide menyangkut zonasi halal dipastikan akan menghambat pembangunan pariwisata di danau toba karena justru menghadirkan masalah baru.

6. Pemerintah diminta untuk segera menertibkan para pihak yang terbukti menghadirkan dampak negatif terhadap kebersihan, kesehatan dan keindahan Danau Toba.

7. Pemerintah diminta untuk tidak berpolemik dengan saling tuding dan saling bantah menyangkut lintah, ulat, atau apapun yang dianggap hadir mengganggu harmoni di danau toba. Lintah dan ulat tidak akan hilang hanya dengan mengajak jajaran pemerintah berenang ramai- ramai.

Akhirnya, kehadiran Raja Salman di Bali menjadi energi positif bagi penataan dan pembangunan kawasan pariwisata di berbagai wilayah Indonesia. Jika hari ini Raja Salman berlibur di Bali, maka bukan hal yang mustahil putri Raja Salman, Putri Hassa yang cantik suatu saat akan mandi di Danau Toba, tetapi jangan ada lintahnya ya. (Osran Simanjuntak)

Sutrisno Pangaribuan, ST
Anggota Komisi C/ Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Utara.