Ruhut: Rizieq Tinggal Menghitung Hari

RadarOnline.id, JAKARTA – Pada akhir-akhir 2016 dan Januari serta awal Februari 2017, terjadi begitu banyak aksi yang mengecam calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lantaran diduga melakukan penistaan agama, hingga persoalan tidak dinonaktifkan dari jabatannya sebagai gubernur, padahal dia berstatus terdakwa dalam kasus tersebut.

Demonstrasi dengan ribuan massa hingga jutaan digagas oleh berbagai ormas seperti Front Pembela Islam (FPI) yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) pimpinan Bachtiar Nasir, dan Forum Umat Islam (FUI), terus bergulir.

Namun dalam aksi terakhir yang digelar pada (21/2) di depan gedung DPR/MPR, massa yang hadir kian sedikit.

Hal ini kemudian mendapat tanggapan dari juru bicara Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul.

Buktinya 212 kemarin berapa orang sih yang hadir, kayaknya lebih banyak pengamanan polisinya dibanding yang demo,” kata Ruhut, Sabtu (26/2).

Mantan petinggi Partai Demokrat ini kemudian menyindir Habib Rizieq, Bachtiar Nasir, dan Juru Bicara FPI Munarman.

Menurutnya, mereka yang awalnya begitu garang mempersoalkan Ahok hingga melontarkan pernyataan pedas kepada Presiden Joko Widodo dalam berbagai hal, kini seperti malu-malu kucing.

Ruhut kemudian menduga senyapnya Habib Rizieq dan kawan-kawan lantaran berbagai kasus yang menjerat mereka, terutama Habib Rizieq.

Kenapa sekarang Rizieq jadi malu-malu kucing. Dulu garang sekarang malu-malu kucing. Karena dia tau sebentar lagi dia terdakwa dibeberapa tempat. Ada apa Rizieq, Munarman, dan Bachtiar Nasir malu-malu kucing?,” ujar Ruhut.

Apa sudah kebayang mau jadi terdakwa. Makanya hati-hati, mulutmu harimaumu,” ungkap mantan anggota DPR itu.

Lansiran Netralnews.com, Pria yang juga pernah malang melintang di dunia hiburan tanah air sebagai aktor ini kemudian mendendangkan sebuah lagu milik Krisdayanti yang berjudul “Menghitung Hari” untuk dipersembahkan kepada Habib Rizieq, Bachtiar Nasir, dan Munarman.

Menghitung hari detik demi detik, menghitung hari detik demi detik,” begitulah sepenggal lirik yang dinyanyikan oleh Ruhut. (Tim)