Sidang Tilang PN Surabaya Membludak

0
35

RadarOnline.id, SURABAYA – Antrian panjang terlihat didepan dan belakang gedung Kejaksaan Negeri Surabaya. Masyarakat terlihat berjubel untuk antri pengambilan denda tilang, ribuan masyarakat Surabaya tumplek blek guna membayar denda yang ia langgar.

Emosi dan rasa lelah masyarakat terlihat lantaran fasilitas parkir yang sangat tidak memadai, kemacetanpun terjadi, bunyi sempritan puluhan parkirpun bersautan, pemandangan yang tak elok setiap jumat terjadi dipojok kanan kiri Kejari Surabaya lantaran fasilitas yang sangat tidak memadai.

Warga Manukan Surabaya yang tidak mau namanya disebutkan, mengatakan, lelah dan capek mulai pagi saya antri, padahal saya ini kerja. “Bos saya bisa marah lantaran pekerjaan terbengkalai, katanya Online, harusnya kan tambah cepat pelayanannya tapi ini tambah ruwet,” kesalnya.

Memang Masyarakat sebelumnya bisa mengambil dan bayar denda tilang dipengadilan Negeri Surabaya, namun lantaran peraturan yang diubah dan pembayaran melalui online, dan harus membayar ke pihak Bank yang telah digandeng oleh pihak kejaksaan, hal inilah yang menjadi keruwetan oleh sebagian warga yang tidak memahami cara online.

Begitupun yang bisa online dibingungkan lagi, antri di bank untuk membayar denda, setelah denda dibayar STNK ataupun Sim belum kunjung diberikan oleh pihak bank, lantaran STNK ataupun SIM berada di kejaksaan bukan ada di bank tersebut.

Antri lagi menyodorkan bukti pembayaran denda dari Bank, dan lagi-lagi menunggu dipanggil oleh juru tilang kejaksaan, dari biaya dan waktu bertambah dua kali lipat.

Bagian denda tilang Kejaksaan Negeri Surabaya, Khairul mengatakan, ya beginilah keadaannya, dan kita mau apa. “Ini sudah kehendak Pimpinan, yang jelas kita harus laksanakan bagaimapun itu,” tegas Khairul.  (Harifin)