Kapolda: Bila Melanggar Bubarkan Aksi 112

RadarOnline.id, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan mengaku bahwa pihaknya telah menerima surat pemberitahuan mengenai aksi Front Pembela Islam (FPI) dan ormas Islam yang akan menyampaikan pendapat pada Sabtu 11 Februari 2017 (aksi 112). Rencananya, massa akan berkumpul di Masjid Istiqlal Jakarta lalu kemudian longmarch menuju Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Selain itu, ada juga pengumpulan massa di tempat lain pada 12 Februari 2017, yaitu kegiatan khataman. Juga tanggal 15 ada salat subuh bersama. Setelah itu mereka akan ke TPS dan mengawasi TPS. Padahal kita tahu TPS sudah ada pengawas dan saksi yang ada dari panitia, Polri, dan Linmas juga ikut mengawasi,” ujar M. Iriawan, di Kantor KPUD, Jakarta, Selasa (7/2).

M. Iriawan mengimbau peserta aksi 112 dari FPI untuk mematuhi peraturan Undang-Undang yang berlaku. Dimana, dalam UU 9 Tahun 1998 disebutkan bahwa penyampaian pendapat tidak boleh mengganggu ketertiban umum.

“Tidak boleh mengganggu ketertiban umum, di mana jalan tersebut adalah jalan umum yang hari itu dipakai untuk kegiatan umum. Baik ke kantor, sekolah, maupun ke tempat lain,” jelas M. Iriawan.

Oleh sebab itu, M. Iriawan menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan untuk membubarkan aksi jika tetap melanggar ketentuan yang berlaku. Pembubaran aksi itu dilindungi oleh Undang-Undang.

“Tentunya apabila unjuk rasa (FPI) tidak mematuhi Undang-Undang berlaku, maka akan dibubarkan berdasarkan ada pasal yang mengatur, yakni Pasal 15 berbunyi pelaksaan pendapat di muka umum dapat dibubarkan apabila tidak memenuhi Pasal 6 dan 9,” tandas M Iriawan. (Tim)

NO COMMENTS